Koreksilah diri sebelum Allah mengkoreksi kita di hari akhir

  
Pasangan muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan. 

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur kain.
“Cuciannya kelihatan kurang bersih ya,” kata sang istri. Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.”

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:
“Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya?”

Sang suami berkata, “Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita.”

Dan begitulah kehidupan.

Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..
Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih (baik), maka bersih (baik) pula PERBUATAN kita.
Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.

Kiriman Mbak Lidya, Lavender Ribbon Cancer Support Group.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabatku,

Seringkali kita merasa lebih mudah menyalahkan orang lain, dan lupa bahwa diri kita pun punya kontribusi kesalahan dalam setiap permasalahan. Seringkali kita tak sadar bahwa kitalah sumber masalah sesungguhnya.

Mengakui kesalahan memang tidak mudah karena mengakui kesalahan membutuhkan kekuatan untuk menerima diri seutuhnya, lengkap dengan celah dan lubangnya.

Menutup lubang satu persatu akan membuat jalan menuju kebaikan tertata rapih tanpa lubang. Memilih untuk melihat lubang orang lain membuat jalan kita terus berlubang. 

Cintailah diri lengkap dengan lubangnya, karena lubang inilah karuniaNya, ujian khusus dalam sekolahNya yang harus kita selesaikan untuk mendapat nilai tinggi.

Saat waktu ujian habis, selesai tidak selesai lembar ujian harus dikumpulkan. Angka berapa yang akan kita dapatkan?

Soal ujian mana yang ingin mulai kita kerjakan hari ini?

Mengapa hal itu penting dalam meraih sugaNya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s