Jangan mati sebelum ajal datang – inspirasi almarhum Mas Pepeng 


Hari ini Mbak Lyra cerita tentang alm Mas Pepeng. 

Alm Mas Pepeng yang sakit, lumpuh, ternyata sangat produktif dalam sakitnya. Beliau masih menjalankan S3 nya, berperan sebagai ayah yang sangat baik, mengumpulkan keluarganya begitu adzan berkumandang. Beliau masih mengumpulkan orang-orang yang tidak mampu di sekeliling rumahnya, memberikan nasehat dan masukan.

Alm Mas Pepeng bercerita bahwa ia pernah bertanya pada Allah, “Why me?” Kenapa aku yang diberikan penyakit ini? Suatu hari ia masuk ke dalam MRI, dan dalam kesendirian di dalam MRI tiba-tiba ia berfikir, “Kalau Allah bilang ‘Why not?’ memang kenapa? Lah, Allah yang menciptakan, suka-suka Allah dong.”

Di bawah ini beberapa pesan alm Mas Pepeng yang juga bagus kita simak bersama.

🌹🌹🌹🌹

Jangan mati sebelum ajal datang!

Saya minta maaf ke isteri saya. Ternyata selama ini, saya nggak pantes menjadi suami. Dari semua buku yang saya baca, Rasulullah belum pernah membuat susah isterinya. Rasulullah selalu menghandle dirinya sendiri.

Tapi menurut apa yang saya pahami, bahwa Allah tidak menghinakan orang sakit. Justru, Allah memberikan previlej untuk orang sakit dengan selalu dekat dengan yang sakit. Dari situ, ketakutan saya jadi hilang.

Kita mesti punya kecerdasan untuk mengapresiasi apa pun yang ada pada diri kita saat ini. Ternyata, memang ada kecerdasan baru dalam dunia psikologi. Yaitu, kecerdasan mengapresiasi apa pun yang ada dalam diri kita.

Kecerdasan inilah yang menjadikan seseorang tidak pernah mengenal putus asa dalam hidup. Dari situ, saya simpulkan bahwa saya tidak sedang sick. Saya hanya pain.

Silakan Allah kasih apa saja buat diri saya. Dan saya akan berusaha untuk selalu bersyukur.

🌹🌹🌹

Teman-teman,

Alm Mas Pepeng yang lumpuh dan sakit pun masih aktif dan produktif berperan sebagai ayah, suami, pemimpin rumah tangga, pembina masyarakat dan inspirator bagi siapapun yang berinteraksi dengan almarhum. 

Dalam sakitnya yang membuatnya tak berdaya pun beliau terus bersyukur.

Bagaimana dengan kita?

Apa yang dapat kita lakukan berbeda, belajar dari inspirasi beliau?

Allahummaghfir lahu
Warhamhu
Wa’aafihi wa’fu’anhu
Wa akrim nuzulahu
Wa wassi’ mudkhalahu wagsilhu bilaa’i wats tsalji wal baradi.
Wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadla minad danasi
Wa abdilhu daaran khairan min daarihi
Wa ahlan khairan min ahlihi 
Wa zaujan khairan min zaujihi
Wa adkhilhul jannata
Wa a’idzhu min ‘adzaabil qabri au min ‘adzaabin naar
Ya ALLAH, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, 
lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, 
bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. 
Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran dan gantilah rumahnya di dunia dengan rumah yang lebih baik di akhirat serta gantilah keluarganya di dunia dengan keluarga yang lebih baik dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam syurgaMu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka…
Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s