Ikhlas adalah pencarian hikmah di balik musibah, kesempatan dalam kesempitan

  
Sahabat blog, salah satu bentuk ikhlas menerima ketentuanNya adalah kemampuan melihat kesempatan dalam segala hal. Kita simak kisah di bawah ini yuk.

🌹🌹🌹🌹🌹

Pada tahun 1892, Toko Buah Yu mengangkut 50 keranjang nanas dari kota Laiyang ke Shanghai, karena perjalanan jauh maka nanas-nanas tersebut membusuk dan terpaksa dibuang.

Di seberang Toko Buah Yu, ada sebuah toko kecil yang dihuni oleh sepasang suami-istri yang tidak memiliki apapun untuk dimakan. Segera saja mereka memungut nanas yang dibuang itu, dikupas, dipotong kecil-kecil, dan dijual.

Usaha itu mulai berjalan lancar dan mereka pun memutuskan untuk membeli nanas busuk dari Toko Yu. Karena sudah membusuk, Toko Yu dengan senang hati menjualnya dengan murah. Nanas lalu diproses oleh pasangan itu menjadi kue dodol nanas dan terjual laris.

Dalam waktu singkat kue dodol nanas ini menjadi makanan khas daerah Tiongkok Selatan dan sampai ke istana kerajaan. Pemilik Toko Yu pun iri, karena dia tahu bahwa kue dodol nanas itu terbuat dari nanas busuk.

Malam harinya, Yu menulis tiga aksara ‘Tian Zhi Dao’ (Langit Tahu) lalu menempelnya di pintu toko kue dodol nanas. Esok harinya sepasang suami istri melihat tulisan ini. Mereka terperanjat, dan mengerti bahwa ada orang yang ingin merusak usaha mereka.

Tapi sang suami tertawa dan berucap, “Saya kebetulan sedang berpikir mencari nama toko, hari ini ada orang yang menuliskan nama toko dan mengirimnya ke depan pintu, bagus sekali. Kaisar juga pernah memakan kue dodol nanasku, Kaisar adalah Putra Langit di masa ini, jadi sudah seharusnya kalau kita memakai nama ‘Tian Zhi Dao’. Oke, saya gunakan tiga aksara ini sebagai nama toko!”

Akibatnya usaha kue dodol nanas ini malah menjadi semakin melejit. Yu pun menjadi berang.

Selanjutnya, Yu dengan liciknya melukis di dinding toko itu seekor kura-kura yang menyembunyikan kepala di dalam tempurung dengan disertai tulisan: ‘Tidak tahu malu’.

Keesokan harinya, melihat lukisan kura-kura ini, sepasang suami-istri itu terdiam, namun sejenak kemudian mereka berucap secara bersamaan, “Kita gunakan gambar kura-kura sebagai logo produk. Kue dodol nanas dapat menyembuhkan batuk dan memperpanjang usia. Kura-kura adalah hewan yang panjang usianya.” Sejak itu, logo kura-kura menjadi logo yang terkenal di Shanghai.

ORANG BIJAK DAPAT MENGUBAH SETIAP GANGGUAN MENJADI PELUANG!

😊❤👍

Kiriman Pak Taufik Dali, Lavender Ribbon Cancer Support Group.

🌹🌹🌹🌹

Sahabat-sahabatku,

Kemampuan mengubah bencana menjadi berkah membuat kita selalu bahagia, bersyukur, dan jauh dari keluh kesah, galau, marah, iri, atau dendam. Bahagia itu sehat, bersyukur itu mendatangkan karunia. Galau dan amarah membawa derita, iri membawa sakit dan mempersulit rejeki.

Yuk, kita melatih diri mengambil kesempatan dalam kesempitan yuk.

Kira-kira kesempatan apa yang sedang terbuka lebar saat ini di balik kesulitan yang kita hadapi?

Kira-kira kalau sepasang suami istri di atas apa yang akan mereka sarankan?

One thought on “Ikhlas adalah pencarian hikmah di balik musibah, kesempatan dalam kesempitan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s