Ikhlaskah kita dengan ketentuanNya? Ikhlas menjemput karunia, ikhlas menerima musibah?

    

 
Assalamualaikum ww

Sebelum kita dilahirkan Allah sudah menetapkan nasib kita. Tanggal lahir, orang tua, adik kakak, jodoh, rizki, penyakit yang diderita sampai kematian menjemput semua sudah digariskan.

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 35:2

Dalam Hadits Muslim, Abdullah bin Amr berkata Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah menurunkan qadha qadhat  makhluk 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Dan Arsy-Nya berada diatas air.” (HR.Muslim).

Sudahkah kita ikhlas dengan semua pemberianNya dan ketentuanNya? Masih adakah yang bertanya, 

“Kenapa aku dilahirkan di keluarga miskin?”

“Kenapa nasibku tak sebaik dia?”

“Kenapa aku diberi kanker?”

“Kenapa aku miskin sementara mereka yang tak bekerja keras lebih sejahtera? Tuhan sungguh tak adil.”

Itulah manusia seperti yang dituliskanNya, hanya mau rahmat, dan selalu menolak musibah. Padahal semua sudah ditentukan 50.000 tahun sebelum kita diciptakan oleh Sang Maha Adil. Kenapa pula kita pusing dengan rasa tidak ikhlas?

Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. 2:243
Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah [bahaya] disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. 30:36

Hati-hatilah kalau kita tak ikhlas menerima ketentuanNya. 

🌹 Pertama, rasa tidak ikhlas menjauhkan kita dariNya.

Tidak ikhlas akan ketentuanNya mencerminkan kurang dekatnya kita padaNya, Ar Rahman, Ar Rahum, Maha Pengasih dan Penyayang, yang telah memberikan hidup bagi kita, untuk kebaikan kita. Tidak ikhlas berarti tidak beriman, karena keimanan pada janjiNya akan membuat kita yakin bahwa semua ketentuanNya di dunia tidak sebanding dengan nikmat di akhirat.

🌹Kedua, tidak ikhlas merusak tubuh.

rasa tidak ikhlas membuat gejolak energi negatif dalam tubuh. Gejolak ini akan membuat energi terhambat dan tak mampu menjaga kesehatan serta kekuatan tubuh. Hati-hati kalau hal ini berlangsung lama sel bisa terpengaruh dan kanker bisa muncul.

Untuk yang sedang kedatangan tamu kanker, marilah kita evaluasi, apakah ada kejadian yang membuat kita tidak terima, tidak ikhlas dengan ketentuanNya itu? Jangan-jangan ini salah satu kontributornya.

🌹Ketiga, rasa tidak ikhlas mendatangkan musibah dan azab.

Tidak ikhlas mencerminkan rasa tidak syukur dan menggetarkan keburukan ke segenap penjuru alam semesta. Rasa tidak ikhlas menggetarkan berbagai keburukan, musibah lebih lanjut dan akhirnya azab.

Dan [ingatlah juga], tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [nikmat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [nikmat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” 14:7

Sungguh rugi kalau kita tidak ikhlas dan malah mempertanyakan ketentuanNya pada kita.

Lebih baik kita:

🌹 Mempelajari ketentuanNya

Dari alam dan sejarah banyak pelajaran dan kisah yang dapat menjadi contoh bagi kita untuk selamat dan bahagia dunia akhirat dengan segala ketentuanNya.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang­orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumf (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. 3:190-191

🌹 Berdoa 

Hanya doa yang dapat mengubah nasib. Teruslah berdoa sehingga siapa tahu Allah berkenan mengubah nasib kita.

🌹 Berusaha

Jemputlah kondisi yang lebih baik dengan ikhtiar tiada henti. Hasil hanya ada di tangan Allah, kerja kita akan mendatangkan kebaikan bagi kita di dunia, akhirat atau keduanya.

🌹 Bersyukur dan mencari himah 

Yakinlah bahwa setiap ketentuanNya didasari cintaNya. Carilah kesempatan dalam kesempitan. Ingatlah bahwa Hellen Keller sangat menginspirasi justru karena ia buta. Nick Vujicic sangat mempesona justru karena ia dilahirkan tanpa kaki dan tangan.

Syukuri saja dulu ketentuanNya, yakin bahwa semua didasari cintaNya, berdoa, dan terus berusaha. Insya Allah jalan hikmah akan segera terbuka.

Tak ada kecewa, tak ada keluh kesah, tak perlu kesal, iri, dendam, marah, apalagi meninggalkan Allah. Rasa ikhlas atas ketentuanNya hanya akan membawa kebahagiaan dan semangat berkarya, berkreasi membangun hidup yang lebih baik. Kita akan banyak tersenyum mengingat semua karuniaNya, berusaha, berdoa dan mencari kesempatan, menjemput rizkiNya.

Persis seperti Nick yang riang gembira meskipun hidup tanpa tangan dan kaki. Lebih enak, kan?

Pilih mana:

🌹 Tersenyum gembira mensyukuri nafas yang masih diberikanNya, apapun ketentuanNya, baik atau buruk.

🌹 Meratapi nasib buruk dan berbagai musibah yang datang, melupakan nafas yang masih ada, jantung yang masih berdegup?

Silakan pilih, dan silakan nikmati konsekuensi nya di dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s