Sudahkah kita ikhlas menjalani semua cobaan dan ujianNya kalau kita ingin surgaNya?

  
Sahabat bloggers,

Kalau ditanya siapa ingin masuk surga? Semua pasti tunjuk tangan. Tapi kalau ditanya siapa yang ikhlas menerima ujian dan cobaan hidup, jarang sekali yang mau tunjuk tangan. Padahal Allah sudah mengatakan pada kita semua:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan. Al-Baqarah 214

Rasulullah saw pun bersabda:

“Senantiasa ujian menimpa mukmin, sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa.” HR Ahmad.
Dan Allah pun mengingatkan kita bahwa musibah yang kita jalani itu tak lain dan tak bukan adalah dampak dari apa yang kita lakukan sendiri.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar [dari kesalahan-kesalahanmu]. 42:30
Memang manusia banyak yang berputus asa menghadapi berbagai musibah itu, mereka lupa bahwa nikmat yang telah dinikmatinya jauh lebih besar daripada musibah yang harus dijalankannya. Mereka tidak ikhlas menanggung musibah itu, padahal itu pun sebagian besar disebabkan oleh tangan mereka sendiri.

Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah [bahaya] disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia [pula] yang menyempitkan [rezki itu]. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda [kekuasaan Allah] bagi kaum yang beriman. 30:36-37
Allah juga mengingatkan bahwa perbuatan kita dapat pula membawa musibah pada orang lain, bahkan sebuah kaum. Yang Allah ingatkan di sini adalah bahayanya menyebar berita tanpa cross check:

 Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. 49:6
Nah.. Bagaimanakah kita harus bersikap ikhlas dalam menanggung musibah? Bersabarlah, inilah saatnya kita membuktikan padaNya bahwa kita ikhlas menerima musibah dariNya seperti kita ikhlas menerima karuniaNya, bukti nyata dari keimanan kita.

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu. 3:200.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, [yaitu] orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. 2:155-157
Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah. 31:17.

Sabarlah menjalankan musibah sebagai bagian dari ujianNya yang bukan tak mungkin disebabkan oleh apa yang kita lakukan juga di masa lalu, sadar tak sadar. Dan Allah tentu akan menghargai upaya sabar kita.

Allah menyukai orang-orang yang sabar. 3:146.
Jangan pernah kita putus asa dalam menghadapi musibahNya karena hal ini dapat menjauhkan kita dari karunianNya.

“… dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” 12:87

Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih. 29:23

Tunjukkanlah iman yang kuat padaNya karena itulah kunci petunjukNya:

Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 64:1

Dan apabila kita bisa naik satu tingkat lagi dengan mensyukuri segala nikmatNya, maka itulah kunci karuniaNya yang lebih besar lagi:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” 14:7
Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk [kebaikan] dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia. 27:40

Jadi daripada berkeluhkesah, mengeluh, galau, putus asa, lebih baik kita coba hayati, Kira-kira kenapa Allah berikan musibah ini kepadaku, apa hikmah di balik ini, kebaikan apa yangkudapat darinya?

Ingat bahwa Hellen Keller yang buta, tuli, bisu, bisa menginspirasi manusia bahkan sampai berpuluh-puluh tahun setelah ia meninggal, justru karena ia buta, tuli, bisu.

Nick Vujicic bisa tampil begitu mempesona justru karena ia tak punya tangan dan kaki.

Jadi, kebaikan apakah yang dapat kau berikan pada dunia dengan musibah yang ditimpakanNya kepadamu? 

Bagaimanakah kau akan mensyukuri musibah ini setelah tahu bahwa ada kebaikan di baliknya?

Yuk, kita ikhlas dengan segala musibah yang menimpa dengan syukur padaNya.

One thought on “Sudahkah kita ikhlas menjalani semua cobaan dan ujianNya kalau kita ingin surgaNya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s