Skip to content
Advertisements

Sudahkah kita jalankan tugas mendorong kebaikan, mencegah kemunkaran? 

  

Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah swt dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah beriman kepada Allah SWT, menjalankan agama Islam sebagaimana yang diajarkan Allah dan rasulNya. Jadi untuk berdakwah tidak melulu harus berilmu tinggi dengan jam terbang banyak.

Oleh karena itu, kerja dakwah memiliki sebuah amaliyah yang mempunyai nilai keutamaan, karena buah yang dihasilkan dari kerja dakwah akan tampak sekali, yakni semakin banyaknya manusia yang tertunjuki dan mengadopsi ajaran kebenaran dalam kehidupannya. Sehingga sebuah masyarakat yang baldatun, thayyibatun wa rabbun ghafur akan tercapai.

Dalam Al-Quran dinyatakan: 

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata, Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (Fusshilat: 33). 

Dakwah yang dilakukan oleh para aktivis dakwah dan para dai akan mendapatkan kemuliaan. Dengan dakwah ini, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan, kegembiraan, dan karunia Allah swt, sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Quran surah Al-Ahzâb ayat 4546 dan surah Yûnus ayat 58. Rasulullah saw. Juga bersabda, Barang siapa menunjukkan kebaikan, ia mendapat pahala sebagaimana pahala orang yang melakukannya (HR. Muslim). 

Pada kesempatan lain, Rasulullah saw. Juga bersabda kepada Ali ra., Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang karenamu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah (HR. Muttafaq Alaih). 

Unta merah disini maksudnya unta yang sangat langka sehingga sangat berharga. Namun kata Rasulullah diberi petunjuk itu lbh berharga daripada diberikan unta merah. Mereka yang berdakwah mendapat keuntungan yang besar. Bahkan, Allah, malaikat, para penghuni langit dan bumi berselawat atas orang-orang yang berdakwah.

Sebagaimana sabda Nabi saw:

Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, serta penduduk langit dan bumi, hingga semut yang ada di dalam lubangnya, dan ikan-ikan yang ada di laut, (semuanya) mendoakan keberkahan atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. (HR. Tirmidzi).

MasyaAllah. Tidak inginkah kita didoakan oleh Allah  malaikat-malaikatNya serta penduduk langit dan bumi? Hanya dengan berdakwah kita mendapatkan shalawat.  Jenuh, lelah, itu manusiawi. Namun jangan lama-lama. Cepat istighfar dan bangkit lagi, niatkan untuk meraih keberkahan Allah dan shalawat dari penduduk langit dan bumi. Itu untukk bekal kita ketika menghadapi hari perhitungan kelak. 

Adapun secara singkat, beberapa keutamaan dakwah yang bisa menjadi motivasi bagi kita untuk mengemban amanah adalah sebagai berikut:

1. Dakwah Adalah Nikmat Allah yang Terbesar 

Dikatakan nikmat yang terbesar lantaran dakwah merupakan sebaik-baik amal, karena ia memelihara nilai-nilai Islam dalam pribadi dan masyarakat. 

Dakwah itu tugas pokok para rasul. Berbahagialah orang-orang yang mendapatkan tugas sebagaimana para rasul. Dakwah itu merupakan kehidupan yang diridhai Allah. 

Seorang muslim yang disibukkan dengan dakwah akan senantiasa tunduk kepada Rabb dalam kehidupannya, sehingga ia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, dakwah harus menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim, agar kemudian kehidupannya banyak manfaat dari dakwah yang ia lakukan. Banyaknya nikmat seorang hamba adalah balasan atas dakwah yang dilakukannya. 

Allah swt berfirman:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Âli Imrân: 104).

MasyaAllah. Kita saat ini menjalankan tugas pokok seorang Rasul. Jangan berkecil hati pula bila dalam dakwah banyak sekali batu sandungan karena memang jalan menuju surga itu tidak mudah. 

Allah berjanji pada kita, “Intansurullaha yansurkum wayusabbit aqdamakum.” (Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu). 

Sudah banyak contoh nyata, ketika seseorang bergiat dalam dakwah, maka Allah memberikan banyak sekali kemudahan dalam kehidupannya. Allaahu Akbar! Allah tidak pernah menyalahi janjinya bagi orang-orang yang taat dan menjalankan kewajiban di jalanNya. 

2. Kehidupannya Penuh Barakah 

Kehidupan barakah adalah kehidupan yang memiliki arti dan manfaat. Segala apa yang dimiliki sang aktivis dakwah, baik uang, tenaga, waktu, maupun fasilitas lainnya akan dinikmati dan dirasakan sebagai sesuatu yang barakah dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. 

Karena memang jalan menuju surga penuh ombak dan duri, tidak bertabur bunga-bunga ataupun terhampar permadani. Sebagai contoh kehidupan yang barakah adalah, Semua fasilitas yang mereka miliki adalah untuk mendukung dakwah. Di antara keberkahan yang akan didapatkannya antara lain adalah keridhaan Allah swt, lantaran dakwah adalah wujud cinta kita kepada Allah dan ketika kita mencintai-Nya, pasti Allah akan membalasnya. 

Mahabatullah, suatu kehidupan yang indah di bawah naungan Allah. Selanjutnya, Allah akan membalas kita tidak sekadar dengan cinta, tetapi juga kerahmatanNya, kasih sayangNya, balasan pahala yang tak pernah putus; karena dakwah akan berjalan terus tanpa henti. Lebih dari itu, bahkan pahala yang berlipat ganda. Ingat, cinta Allah pada kita manusia itu tak terbatas. 

Allah yang maha Rahman dan Rahim senantiasa memberikan cinta dalam setiap detik kehidupan kita. Tak peduli kita berdakwah atau tidak, kita jadi orang baik atau tidak, kita sholat atau tidak. Allah berikan itu pada kita semua. 

Cintailah dakwah ini. Kita yang butuh dakwah bukan dakwah yang butuh kita. Kita yang butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita. Karena Allah dapat dengan mudah menggantikan kita dengag manusia yang lebih cinta padaNya. Maukah kita jadi generasi yang digantikan? Atau ingin jadi generasi yang menggantikan? 

Umat Islam harus memainkan peran dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar dalam semua kondisi dan era. Allah swt berfirman:

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imran (3): 110). 

KALIAN ADALAH UMAT YANG TERBAIK! Camkan itu dalam hati.

Wassalamualaikum wr wb.

Bunda Malik ODOJ fasil 8

🌻🌹🌻🌹

Terima kasih tausiyahnya, Bunda.

Jadi, pesan Allah apakah yang akan Sahabat bagi dengan yang lain hari ini?

Mengapa hal itu penting bagi Sahabat?

Semoga Allah ridloi. Aamiin YRA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: