Skip to content
Advertisements

Jadilah pensil yang selalu meninggalkan bekas kebaikan dalam tuntunan Sang Penulis





👦Seorang anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya, “Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita? Apakah cerita ini tentang aku?”

👵Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya, “Nenek memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya, tetapi ada yang lebih penting daripada kata-kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah-mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”

Si anak lelaki merasa heran, diamatinya pensil itu, kelihatannya biasa saja.

👦“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil-pensil lain yang pernah kulihat!”

👵”Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.”

✏Pertama : Kau sanggup melakukan hal-hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendakNya.

✏✏Kedua : Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

✏✏✏Ketiga : Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa-apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

✏✏✏✏Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.

✏✏✏✏✏Dan yang Kelima : Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.

Kiriman:

Givrey Panggabean, group FEUI88

🌻🌻🌻🌻

Terima kasih inspirasinya, Givrey.

Marilah kita evaluasi, sudahkah kita menjadi seperti pinsil?

🌻 Apa saja hal-hal yang besar yang akan kita lakukan dalam bimbinganNya hari ini?

🌻 Bagaimanakah kita dapat menjadi lebih tajam, kuat dan berdampak dengan besarnya cobaan-cobaan yang membuat kita sakit hati, sakit badan, atau sakit pikiran?

🌻 Bagaimanakah kita dapat selalu melihat ke dalam dan mengevaluasi kesalahan-kesalahan kita? Berbesar hati untuk menerima berbagai kritik, meskipun kritik itu pedas dan tidak enak?

🌻 Bagaimanakah kita dapat menggali potensi diri yang sangat besar dalam diri kita untuk beribadah dalam jalanNya hari ini?

🌻 Apakah “bekas” yang dapat kita tinggalkan hari ini di manapun kita berada?

🌻 Apakah yang dapat kita lakukan hari ini untuk dapat diwariskan bagi anak cucu dan masyakarat setelah kita meninggal nanti?

Semoga kita semua dapat menjadi pensil yang kokoh dan menulis kisah yang dapat menjadi kebaikan dan membawa manfaat sampai akhir zaman nanti. Aamiin YRA.

🌻🌻🌻🌻

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: