Perbedaan itu berkah

berbeda itu asyik (1).png

Suatu ketika terjadi perbedaan pendapat antara sahabat-sahabat Rasululloh SAW. Perbedaan itu sangat menyenangkan karena dengan perbedaan semua terlihat menjadi indah. Sebagaimana keindahan pelangi, karena warnanya yang warna warni. Sebagaimana enaknya gado-gado, karena sayur yang ada di dalamnya bervariasi.

Ketika melihat perbedaan pendapat yang terjadi di antara sahabat yang mulia , Rosulullah SAW memuji sahabat-sahabatnya seperti bintang yang menghiasi langit biru, indah bersinar menyinari alam semesta raya. Rasulullah saw pun bersabda : “Sungguh para sahabatku bagaikan bintang-bintang di langit, maka dengan siapapun dari mereka kalian berpegangan maka kalian mendapat hidayah, dan perselisihan para shahabatku adalah rahmat bagi kalian” (HR. Atthobaroni Addailami).

Seorang khalifah yang paling jujur dan adil, Umar bin Abdulaziz berkata : Tidaklah menjadikan aku gembira andai para shahabat tidak berselisih pendapat, karena apabila mereka tidak berselisih pendapat maka tidak akan terdapat rukhshah. (Kasyfulkhofa karya Al’ajluni 1/66). Tidaklah aneh jika kemudian ada ungkapan yang amat indah “perbedaan itu adalah rahmat.” Tentu saja harus dewasa, dan tidak lebay.

Kiriman Bakhtiar Rahman, YKM FEUI.

💐🌻💐🌻💐🌻

Jangan takut untuk berbeda dan Jangan gentar menghadapi perbedaan. Jadikan berbagai perselisihan pendapat sebagai sumber kekuatan untuk membangun sesuatu yang lebih besar.

Memang dibutuhkan kebesaran, kekuatan hati dan kemampuan kepemimpinan yang baik untuk dapat melakukan hal itu, menganalisa berbagai perbedaan dan menjadikan setiap perbedaan sebagai bagian-bagian yang saling membangun dan melengkapi.

Semoga Allah berikan kekuatan tersebut bagi kita.

Apa hal terbaik yang dapat kita lakukan sesegera mungkin untuk mensyukuri perbedaan dan menjadikannya rahmat?

Advertisements

2 comments

  1. Inspirasi yang menarik Ibu Indira. Dari jaman dahulu, kita sudah diajarkan untuk bagaimana caranya menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan kita. Perbedaan itu tentu karena latar belakang kita dan orang yang berbeda pendapat dengan kita tidaklah sama. Tetapi sejumlah kejadian di masyarakat masih menggambarkan betapa masyarakat kita (bahkan termasuk juga saya) tidaklah cukup dewasa dan bijak untuk menghargai pendapat orang lain. Seringkali kita mendengar ucapan atau pendapat orang lain, sebenarnya bukan untuk mendengar, tetapi lebih kepada untuk membalas. Jadi ketika orang lain menyampaikan sesuatu kepada kita, dalam benak kita, yang kita pikirkan bukanlah perkatan dari orang lain tersebut, melainkan perkataan apa yang ampuh untuk membalas. Berbeda pendapat bukanlah untuk mencari pendapat mana yang paling benar, tetapi yang paling tepat untuk setiap kondisi permasalahan. Beda permasalahannya tentu beda solusinya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s