Allah memberikan lenteraNya agar kita selalu ada dalam jalanNya. Mampukah lentera itu bersinar? Kusamkah ia tertututup dosa dan ego kita?

imageBashiroh..Lentera ILAHI

‘Sesungguhnya dalam diri/hati manusia ada bashiroh, Lentera Ilahi.

Selalu menyinari hati dengan cahaya ilahi untuk selalu menuntun hati pada kebenaran Ilahi
yang termaktub dalam Al Qur ‘an.

Lalu kenapa banyak hati manusia yang berjalan diluar bimbinganNYA
Kalau bashiroh selalu menyinari dengan cahaya ilahi?
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al Hikam ‘Bashiroh,
“Dalam diri manusia tiada pernah henti menyinari hati tiap jiwa,
tapi secara sadar atau tidak diri manusia itu sendiri yang membuat tabir penghalang sinar Bashiroh menyinari hati,
sehingga hati berjalan diluar bimbingan ilahi.

Ketika ego diri berselimut alasan manusiawi, ketika hawa nafsu dalam bungkus cinta yang tidak dalam ridhoNYA,
ketika emosi negatif muncul tanpa kendali nurani.
Semua ini menjadi tirai penghalang cahaya Bashiroh
bagai lentera ilahi untuk menerangi hati.
Masa itulah mulai berbunyi lonceng kematian hati yang diterangi cahaya ilahi….πŸ‘ΉπŸ‘Ί

Tanpa intropeksi diri serta segera pergi utk menata hati dalam ridho ilahi,
tirai penghalang cahaya bashiroh semakin tebal menahan sinar ilahi menerangi hati. Inilah saat hidayah mulai terhalang.

Ketika ibadah fisik tanpa arti,
ketika siraman rohani hanya berlalu tak mampu bentengi diri
ketika semua yang salah terbungkus indahnya fatamorgana penyesat hati
Sehingga sadar atau tidak, manusia berjalan tanpa bimbingan cahaya ilahi.
Maka tunggu azab Ilahi cepat atau lambat tiba mendatangi diri karena basiroh telah mati oleh tipu daya hai tanpa bimbingan ilahi.

Bashiroh akan menjadi saksi di akherat nanti dan menjadi penentu hukuman di alam kubur nanti…πŸ’€

Sekarang kita tinggal memilih
apakah membiarkan matinya cahaya bashiroh menyinari hati
sehingga hidup melangkah tanpa ridho ilahi walau terasa nikmat di hati walau berselimut keindahan yang hanya memancing kemarahan sang Ilahi.

Hati semakin sulit menerima kebenaran ilahi karena terpapar dosa diri yang menandai titik-titi hitam di hati.
Titik hitam itu akan menghitamkan hati sehingga sang diri tak mampu menerima kebenaran Ilahi.

Kematian cahaya bashiroh menyinari hati
bagai fisik tanpa nyawadan nurani,
sampai menunggu ajal mendatangi serta azab hadir diri.

Kembalikan bashiroh dengan zikir
ibadah serta perenungan hati
Untuk meminta Allah mengampuni diri
Untuk minta kekuatan Allah agar hati kembali Dalam kebenaran bashiroh cahaya Ilahi.
Sebelum Taubat menjadi tak berarti lagi.

Semoga Allah memberi kita semua hidayah cahaya bashiroh menerangi hati
menjadi penuntun diri mencari ridho ilahi.

Aamiin

Disarikan dr Al hikam fil basiroh…Lentera Hati.πŸ’“πŸ’šπŸ’› wassalamualaikum

Kiriman Pak Fahrizal Zein

🌻🌺🌻🌺🌻🌺

Terima kasih banyak Pak Fahrizal Zein.
Bashiroh inilah yang selalu disebut Mbak Auk di AMN Home.
Marilah Kita selalu membersihkan diri, jiwa dan hati agar selalu siap menanti pesanNya, membaca kirimanNya yang menuntun kita ke dalam surgaNya di dunia dan akhirat. Aamiin YRA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s