Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong

GALERY-GAMBAR-DAN-FOTO-BUKTI-NABI-MUSA-PERNAH-MEMBELAH-LAUT-MERAH-MENYELAMATKAN-BANI-ISRAEL-DAN-MENENGGELAMKAN-FIRAUN-PECAHAN-KERETA-RODA-300x210
GALERY-GAMBAR-DAN-FOTO-BUKTI-NABI-MUSA-PERNAH-MEMBELAH-LAUT-MERAH-MENYELAMATKAN-BANI-ISRAEL-DAN-MENENGGELAMKAN-FIRAUN-RODA-KERETA-DISELIMUTI-KARANG-300x210

Gambar: bukti tenggelamnya pasukan Firaun, koral berbentuk roda kereta (Sumber: http://www.kisahkamu.info/bukti-nabi-musa-membelah-laut-merah-kisah-islami-dari-alquran-yang-nyata.html )

Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu. Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka. Tempat yang tertinggi (Al-‘A`rāf):136 – 137

Sang Maha Besar dibuat murka oleh kesombongan Firaun yang merasa besar, bahkan setelah berbagai macam azab ditimpakan sebagai mujizatNya, yang satu lebih besar daripada yang sebelumnya. Maka tibalah saatnya kesombongan dihancurkan, raja yang angkuh dihinakan oleh Sang Maha Besar. Atas petunjuk Allah Musa pergi meninggalkan kota Memphis menuju Laut Merah. Firaun menyusul dari belakang.

Setibanya di tepi Laut Merah Allah perintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut, dan laut pun terbelah, bukan surut. Seketika itu juga kaum Bani Israil menyeberang lautan yang terus terbelah sampai mereka semua selamat tiba di seberang. Setelah itu laut menutup menenggelamkan sang raja besar yang sombong.

Firaun sempat berkata bahwa ia beriman kepada Allah swt. Namun sia-sia sudah pengakuan imannya.

Kabut (Ad-Dukhān):22 – 24

Kemudian Musa berdoa kepada Tuhannya: “Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka).”

“Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar, dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan”.

Ţāhā:77 – 79

Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam).”

Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. Dan Fir’aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.

Nabi Yunus (Yūnus):88 – 92

Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami — akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.”

AlIah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.”

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

Penyair (Ash-Shu`arā’):52 – 67

Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli.”

Kemudian Fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. (Fir’aun berkata): “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga”.

Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.”

Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.

Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

Firaun dan kaumnya di neraka

Nabi Hud:96 – 98

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, kepada Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.

Cerita (Al-Qaşaş):40 – 42

Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).

Kabut (Ad-Dukhān):25 – 29

Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah, dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya, demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain. Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh.

Orang yg Beriman (Ghāfir):47 – 52

Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?”

Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)”.

Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari”.

Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang”. Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu”. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.

Demikianlah akhir yang hina dari seorang raja besar yang sombong dan menganggap dirinya tuhan. Kesombongan yang membawa murka Allah itu menerjunkannya dalam bencana dan siksaan neraka. Tak ketinggalan pula tentara dan kaumnya yang ingkar mengikuti pengaruhnya.

Sekali lagi, kisah ini diulang-ulang oleh Allah dalam surat-surat berbeda, menandakan pentingnya kejadian ini untuk kita pelajari dan ambil hikmahnya.

1. Janganlah kita terpedaya oleh pemimpin yang dzalim, sekaya dan sebesar apapun kekuasaannya. Saat seorang penguasa berlaku dzalim, tetaplah berjalan dalam jalanNya, jangan terpengaruh dan ikut-ikutan berlaku tak baik.

2. Kesombongan akan selalu membawa kehinaan, baik di dunia maupun di akhirat.

3. Tobat di saat-saat terakhir tidak berguna. Bertobatlah secepat mungkin, dan jangan ulangi lagi kesalahan sebelumnya.

4. Orang beriman pasti mendapat pertolongan dari Allah swt, jadi tetap jaga dan perkuatlah iman kita kepada Allah swt. Insya Allah kita akan selalu ada dalam lindunganNya di dunia dan akhirat.

5. Kemegahan dunia, taman-taman yang indah, istana yang besar, tak akan ada gunanya tanpa pertolongan Allah. Kalau Allah berkehendak, semua kemegahan akan hancur dan tak membawa manfaat.

Semoga kita semua dapat banyak mengambil pelajaran dari Kisah Nabi Musa as dan Harun as, yang berulang kali Allah kisahkan dan ulang kembali dalam kitabNya yang suci, yang diturunkan melalui Rasulullah saw. Dan semoga semua pelajaran ini dapat menyelamatkan kita semua di dunia dan akhirat. Aamiin.

—–

Kisah Nabi Musa as 1 – Kelahiran Nabi Musa as
Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan
Kisah Nabi Musa 3 – Allah bercakap-cakap langsung dengan Musa di Lembah Thuwa
Kisah Nabi Musa as 4 – Musa as dan Harun as menemui Firaun dan ahli sihir Mesir
Kisah Nabi Musa 5 – orang beriman di tengah kaum yang ragu dan musyrik
Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir
Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong

6 thoughts on “Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong

  1. Pingback: Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan | Indira Abidin's Blog

  2. Pingback: Kisah Nabi Musa as 1 – kelahiran Nabi Musa as | Indira Abidin's Blog

  3. Pingback: Kisah Nabi Musa 3 – Allah bercakap-cakap langsung dengan Musa di Lembah Thuwa | Indira Abidin's Blog

  4. Pingback: Kisah Nabi Musa as 4 – Musa as dan Harun as menemui Firaun dan ahli sihir Mesir | Indira Abidin's Blog

  5. Pingback: Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir | Indira Abidin's Blog

  6. Pingback: Kisah Nabi Musa 5 – orang beriman di tengah kaum yang ragu dan musyrik | Indira Abidin's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s