Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir

pharoah__thumb

Semut (An-Naml):13 – 14
Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: “Ini adalah sihir yang nyata.” Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

Dalam kisah sebelumnya digambarkan pertemuan Nabi Musa, Nabi Harun, Firaun dan para penyihir Mesir, di mana Allah menggambarkan mujizatNya yang telah ditunjukkan di hadapan Firaun dan para penyihir. Firaun tetap pada kesombongannya sementara para penyihir tersungkur dan mengakui kebesaran Allah.

Ternyata setelah menyaksikan itu semua Firaun tetap sombong, dan tak mau mengizinkan Bani Israil keluar dari Mesir seperti permintaan Nabi Musa as. Dan Allah pun menghukum Mesir dengan berbagai mujizat yang menjadi bencana bagi Mesir. Mereka meminta Nabi Musa berdoa pada Allah agar menghilangkan azab itu. Namun setelah azab dihilangkan tetap saja Firaun ingkar dan sombong, seperti yang digambarkan dalam surat-surat di bawah ini:

Cerita (Al-Qaşaş):38 – 39
Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”. Dan berlaku angkuhlah Fir’aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.

Orang yg Beriman (Ghāfir):25 – 27
Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: “Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka”. Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
Dan berkata Fir’aun (kepada pembesar-pembesarnya): “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.”
Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.”

Perhiasan (Az-Zukhruf):46 – 54
Dan sesunguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata: “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam.” Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka mentertawakannya. Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dan mereka berkata: “Hai ahli sihir, berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.

Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya).
Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)? Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?”

Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

Tempat yang tertinggi (Al-‘A`rāf):134 – 135

Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.”

Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.

Tempat yang tertinggi (Al-‘A`rāf):127 – 133

Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir’aun (kepada Fir’aun): “Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?”.
Fir’aun menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka.”

Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang.

Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.”

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Mereka berkata: “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.”

Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

Bagaimana nasib Firaun selanjutnya? Yuk kita simak Kisah Nabi Musa 7

(bersambung)

Kisah Nabi Musa as 1 – Kelahiran Nabi Musa as
Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan
Kisah Nabi Musa 3 – Allah bercakap-cakap langsung dengan Musa di Lembah Thuwa
Kisah Nabi Musa as 4 – Musa as dan Harun as menemui Firaun dan ahli sihir Mesir
Kisah Nabi Musa 5 – orang beriman di tengah kaum yang ragu dan musyrik
Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir
Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong

6 thoughts on “Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir

  1. Pingback: Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan | Indira Abidin's Blog

  2. Pingback: Kisah Nabi Musa as 1 – kelahiran Nabi Musa as | Indira Abidin's Blog

  3. Pingback: Kisah Nabi Musa 3 – Allah bercakap-cakap langsung dengan Musa di Lembah Thuwa | Indira Abidin's Blog

  4. Pingback: Kisah Nabi Musa as 4 – Musa as dan Harun as menemui Firaun dan ahli sihir Mesir | Indira Abidin's Blog

  5. Pingback: Kisah Nabi Musa 5 – orang beriman di tengah kaum yang ragu dan musyrik | Indira Abidin's Blog

  6. Pingback: Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong | Indira Abidin's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s