Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan

tomb_of_shoayb
Gambar: Makam Nabi Syuaib as (Sumber: http://www.islamiclandmarks.com/jordan/tomb_of_shoayb_as.html )

Ketika Musa as beranjak dewasa, Allah menakdirkan Musa untuk keluar meninggalkan Mesir. Dalam perjalanan itulah Musa as bertemu dengan Nabi Syuaib dan tinggal di tengah penduduk Madyan. Allah menakdirkan Musa as untuk menikah dengan putri Nabi Syuaib as, seperti yang Allah kisahkan dalam Al Qasas 15-28 di bawah ini:

Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir’aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu.

Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).
Musa mendoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”.
Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Musa berkata: “Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.”

Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: “Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya).”

Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: “Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian”.

Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu.”

Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”. Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Madyan ia berdoa (lagi): “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar.”

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya).

Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?”
Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.

Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.”

Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”

Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.”

Dia (Musa) berkata: “Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan.”

Di sini Allah mengisahkan pada kita bahwa Musa as keluar Memphis karena merasa ketakutan akan hukuman pembunuhan. Meskipun ia harus menempuh medan yang sulit, Allah melindungi NabiNya dan memandunya untuk bertemu dengan keluarga Nabi Syuaib. Sesungguhnya Allah memiliki maksud tertentu dengan mengirimkan Musa as ke luar dari Mesir. Apakah maksud tertentu itu? Marilah kita buka kisah berikutnya..

(bersambung)

Kisah Nabi Musa as 1 – Kelahiran Nabi Musa as
Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan
Kisah Nabi Musa 3 – Allah bercakap-cakap langsung dengan Musa di Lembah Thuwa
Kisah Nabi Musa as 4 – Musa as dan Harun as menemui Firaun dan ahli sihir Mesir
Kisah Nabi Musa 5 – orang beriman di tengah kaum yang ragu dan musyrik
Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir
Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong

6 thoughts on “Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan

  1. Pingback: Kisah Nabi Musa 3 – Allah bercakap-cakap langsung dengan Musa di Lembah Thuwa | Indira Abidin's Blog

  2. Pingback: Kisah Nabi Musa as – kelahiran Nabi Musa as | Indira Abidin's Blog

  3. Pingback: Kisah Nabi Musa as 4 – Musa as dan Harun as menemui Firaun dan ahli sihir Mesir | Indira Abidin's Blog

  4. Pingback: Kisah Nabi Musa 5 – orang beriman di tengah kaum yang ragu dan musyrik | Indira Abidin's Blog

  5. Pingback: Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir | Indira Abidin's Blog

  6. Pingback: Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong | Indira Abidin's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s