Kisah Nabi Musa as 1 – kelahiran Nabi Musa as

ramesses_II jpg
Gambar: Patung Ramsses II sebagai tuhan yang hidup di Abu Simbel. (Sumber: http://www.islamic-awareness.org/Quran/Contrad/External/mosespharaoh.html )

Untuk meluruskan kisah Nabi Musa yang dikisahkan dalam beberapa film, perkenankan saya menampilkan apa yang Allah ceritakan pada kita semua dalam Al Quran yang diturunkanNya pada Rasulullah saw.

Kisah ini sudah saya susun dalam 7 bagian, dimulai dari kisah kelahiran Nabi Musa as sampai nasib Firaun di akhirat. Saya belum melengkapi kisah ini dengan kisah Nabi Musa as dan Bani Israil setelah menyeberang Laut Merah. Insya Allah kalau ada kesempatan akan saya lengkapi sampai bagian tersebut, karena memang kisah itu sangat menarik.

—-

Nabi Musa as lahir di Mesir saat Firaun memerintahkan prajuritnya membunuh bayi-bayi laki-laki dari “kelompok yang tertindas” (Bani Israil) yang hendak Allah tinggikan derajatnya di dunia, seperti yang dikisahkan di Al Qasas (cerita) 4-14. Nabi Musa as juga telah mengenal ibu dan keluarganya di masa ia kecil. Musa as diberi hikmah dan keimanan kepada Allah, Tuhan yang satu, di masa ia remaja.

Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.

Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.

Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.

Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.

Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).

Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: “Ikutilah dia” Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya, dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?”

Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Kisah ini juga dikisahkan Allah swt dalam surat Thaha 37-41

Dan sesungguhnya Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kali yang lain, yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan, yaitu: “Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya.

Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku, (yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir’aun): “Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?” Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita.

Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa, dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.

Di sini Allah mengajarkan kita bahwa kekejaman manusia akan dibalas oleh Allah dengan sebuah strategi yang tak disangka-sangka. Allah adalah sutradara yang sangat hebat. Seorang yang sangat berkuasa seperti Firaun sekalipun dapat “tertipu” oleh skenario Allah. Tak pernah ia menyangka bayi yang diambilnyalah sesungguhnya bayi yang akan membawa keruntuhan kekuasaannya.

(bersambung)

Kisah Nabi Musa as 1 – Kelahiran Nabi Musa as
Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan
Kisah Nabi Musa 3 – Allah bercakap-cakap langsung dengan Musa di Lembah Thuwa
Kisah Nabi Musa as 4 – Musa as dan Harun as menemui Firaun dan ahli sihir Mesir
Kisah Nabi Musa 5 – orang beriman di tengah kaum yang ragu dan musyrik
Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir
Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong

6 thoughts on “Kisah Nabi Musa as 1 – kelahiran Nabi Musa as

  1. Pingback: Kisah Nabi Musa 3 – Allah bercakap-cakap langsung dengan Musa di Lembah Thuwa | Indira Abidin's Blog

  2. Pingback: Kisah Nabi Musa as 2 – Keluar dari Mesir dan hidup bersama kaum Madyan | Indira Abidin's Blog

  3. Pingback: Kisah Nabi Musa as 4 – Musa as dan Harun as menemui Firaun dan ahli sihir Mesir | Indira Abidin's Blog

  4. Pingback: Kisah Nabi Musa 5 – orang beriman di tengah kaum yang ragu dan musyrik | Indira Abidin's Blog

  5. Pingback: Kisah Nabi Musa as 6 – Firaun yang ingkar dan azab bagi Mesir | Indira Abidin's Blog

  6. Pingback: Kisah Nabi Musa as 7 – Binasanya raja besar yang sombong | Indira Abidin's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s