Membaca Al Quran adalah membaca pesan Allah pada kita. Jadi fahami baik-baik yuk

image

Hal-hal yang membantu untuk bisa memahami makna dan indikasi ayat-ayat Al-Quran:

1. Membaca kitab-kitab tafsir, terutama yang memberikan sisi-sisi keimanan dan akhlaq, seperti tafsir Al-Allamah As-Sa’di dan semisalnya.

2. Menghayati dan memahami sedikit demi sedikit indikasi setiap ayat.

3. Keselamatan dan kebersihan hati dari penyakit lahir dan batin.
Ibnu Taymiyah Rohimahullahu mengatakan bahwa Al-Quran tidaklah menjadi hidayah kecuali bagi hati yang bersih.

4. Memposisikan ayat-ayat pada keadaan si pembaca. Mengingatkan diri bahwa dialah yang dimaksud ketika melewati setiap ayat yang memcantumkan celaan. Dan tidak meninggikan diri ketika melewati ayat-ayat yang mencantumkan pujian.

5. Penghayatan pembaca bahwasanya yang sedang ia baca adalah kalamullah (perkataan Allah) dan bahwasanya ia sedang bermunajat kepada Allah.

6. Merefleksikan makna Al-Quran Al-Karim dalam kehidupan sehari- hari.

7. Menghayati bahwa Allah Ta’ala dengan keagungan, ketinggian dan kebesaranNya, Allah menyimak bacaan pembaca Al-Quran, yang membacanya dengan merdu.

8. Menghayati bahwa ayat-ayat Al-Quran jika diturunkan di atas gunung yang kokoh, niscaya anda akan melihatnya tunduk terpecah-belah karena pengaruhnya.
Maka marilah kita bertanya mengapa hati seorang insan yang merupakan segumpal daging kecil yang lunak tidak terpengaruh sama sekali?

9. Menambah pemahaman dengan dibantu membaca kitab-kitab yang berbicara tentang sifat-sifat Allah, Nama-nama Allah, dan nikmat-nikmatNya. Juga membaca kitab-kitab yang menyeru dan melatih untuk berfikir dan tadabbur. Di antara kita tersebut adalah kitab-kitab tulisan Ibnul Qoyyim.

Di kitab tersebut juga dikatakan bahwa, seseorang telah dalam keadaan tertipu jika ia merasakan kenikmatan mendengar bacaan seorang qori namun dia tidak paham apa yang dibacakan kepadanya itu. Begitu juga seseorang dalam keadaan tertipu, jika ia berbanyak-banyak mengkhatamkan Al-Quran, namun seberapapun banyaknya ia khatam ia tidak memahami apa yang dibacanya. Dan dalam keadaan tertipu jika ia memahami maknanya namun ia tidak mengamalkannya.

Wallahu a’lam.

Kiriman adik saya tercinta, Firzi Abidin.
Semoga berkah ya.

Aamiin yra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s