Skip to content
Advertisements

Setiap orang itu dimudahkan kepada apa yang ditaqdirkan baginya. Semoga kita dimudahkan menuju surgaNya

taufiq.png

 

Ketahuilah, bahwa tanda bahagia ialah, manakala Allah swt memberi taufiq kepada hambaNya untuk beramal saleh di masa hidup, dan memudahkan baginya jalan menuju ketaatan.

Akan halnya tanda celaka ialah, manakala Allah swt menyulitkan baginya untuk beramal shaleh, dan dibukakan pula jalan untuk melakukan kejahatan.

Rasulullah saw bersabda, “Bekerjalah (beribadahlah), sesungguhnya setiap orang itu dimudahkan kepada apa yang ditaqdirkan baginya.
Jika ia ditakdirkan menjadi ahli syurga, maka akan dimudahkan baginya amalan ahli syurga. Jika ia ditakdirkan menjadi ahli neraka, maka akan dimudahkan baginya amalan ahli neraka !”

Firman Allah swt,
“Dan tidak ada taufiq bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah.
QS. Hud, 11;88

Marilah kita selalu berdoa:

“Wahai Yang Maha Penyayang,
wahai Yang Maha Pemberi,
wahai Yang Menciptakan Langit dan Bumi,
wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan..
KepadaMu kami memohon Taufiq agar kami mampu melaksanakan semua perintahMU,
menjauhi semua laranganMU dan memenuhi hak-hak dengan cara yang Engkau cintai dan ridhai,
Yaa Allah, Yaa Rabb….!”

(“An-Nashaaih Ad-Diniyah Wal-Washaaya Al-Imaaniyah”, Sayyidinal Imam Al-‘Allamah, Al-Quthb, Sayyid Abdullah bin Alwy Al-Haddad)

Kiriman Mbak Mitri.
Terima kasih banyak ya Mbak.
Semoga bisa kita ucapkan terus doa ini, kita sampaikan terus harapan ini.
Dan semoga Allah mudahkan jalan menuju surga bagi kita semua.

Aamiin YRA.

Catatan: taufiq adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah swt yang mendorong dan mempermudah seseorang untuk melakukan ketaatan dalam beribadah

Advertisements

5 Comments »

    • Jazakillah khair masukannya.
      Ini selengkapnya

      Dan kepada [penduduk] Mad-yan [Kami utus] saudara mereka, Syuaib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik [mampu] dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan [kiamat].” (84)

       Dan Syuaib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. (85) 

      Sisa [keuntungan] dari Allah [2] adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.” (86) 

      Mereka berkata: “Hai Syuaib, apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.” [3] (87)

       Syuaib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezki yang baik [patutkah aku menyalahi perintah-Nya]? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu [dengan mengerjakan] apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali [mendatangkan] perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufiq bagiku melainkan dengan [pertolongan] Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. (88) 

      Terima kasih. Nanti saya lengkapi.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: