Musibah yang sesungguhnya: malas ibadah, rajin dengan dosa.

image

Musibah Yang Sering Tidak Disadari.

Diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا

“Ya Allah janganlah Engkau jadikan musibah kami pada agama kami.”

Musibah pada agama adalah semua perkara yang mengurangi agama kita, seperti malas beribadah, malas pengajian, malas sholat malam, malas bersedekah, dan lain sebagainya.

Seringkali kita benar-benar merasa terkena musibah jika musibah tersebut berkaitan dengan dunia kita, seperti berkurangnya harta, jiwa, atau ditimpa penyakit. Akan tetapi tatkala kita menjadi malas dalam beribadah malah kita anggap hal yang biasa. Padahal itu adalah musibah, bahkankah musibah agama lebih parah daripada musibah dunia.

Betapa sering musibah yang menimpa agama kita tersebut karena kemaksiatan yang kita lakukan, sebagaimana dikatakan, “Kemaksiatan dan dosa mengantarkan pelakunya terjerumus dalam kemaksiatan dan dosa berikutnya.”

Ya Allah ampunilah dosa kami, jangan Kau jadikan musibah menimpa agama kami yang sangat minim ini.

Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى
Ikuti terus kajian quran dan sunnah radio rodja 75.6am atau http://www.radiorodja.com

Dari Mas Syarif, YKM FEUI Group.

🌻🌷🌻🌷🌻🌷

Terima kasih banyak, Mas Syarif.
Benar sekali. Kelalaian kita dalam beribadah dan kelemahan kita meninggalkan perbuatan dosa ini sumber segala bencana di dunia dan akhirat, bukan hanya bagi kita tapi juga bagi keluarga dan keturunan kita.

“..dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri” (QS. Asy-syura/42 : 30)

Abu bilad yang terlahir dalam keadaan buta bertanya kepada al-Ala’ bin Badr : “Bagaimana penerapan ayat ini pada dirinya, padahal ia menderita buta mata sejak dalam kandungan ibunya?”. Jawaban al-Ala’ bin Badr sangat mengejutkan, ia berkata : “itu adalah akibat dari dosa kedua orang tuamu” (Tafsir Ibnu Abi Hatim 10/3279 dan Tafsir al-Baghawi 7/355).

Musibah dunia yang kita biasa alami seperti sakit, perampokan atau bencana, sesungguhnya adalah penghapus dari dosa atau keburukan yang ditimbulkan akibat dosa-dosa kita. Bersyukurlah, karena pembalasan di bumi jauh lebih ringan daripada pembalasan di akhirat.

Dan sumber bencana besar ini adalah bekunya hati.

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk Mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. [Az-Zumar 22].

Orang yang beku hatinya tak akan mampu menangkap pesan Allah untuk mendekat padaNya. Orang yang lembut hatinya akan selalu mampu menangkap pesanNya yang juga disampaikan melalui bencana dunia.

Jadi, kalau tertimpa bencana dunia, bersyukurlah, karena insya Allah kita sedang disucikan. Dan kalau tertimpa bencana malas ibadah dan sering berdosa, segeralah bertobat dan benar-benar merubah diri, karena inilah sumber bencana dunia akhirat yang sesungguhnya.

Semoga kita semua diberi nikmat iman yang kuat dan selalu dimudahkan dalam menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Aamiin yra.

🌲🍒🌲🍒🌲🍒

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s