Mau punya anak yang terus mendoakan dan keturunan yang membawa kebaikan sampai akhir zaman? Semua tergantung cara kita mendidik dan mendoakan

image

Sumber Gambar: Indra W, Group WA YKM FEUI

Sahabat bloggers sekalian,
Pesan ibuku begitu aku pulang haji bagus sekali. Simak yuk. Semoga bermanfaat ya.

🍒🌷🍒🌷🍒🌷

Berawal dari Istri yang Shalihah

Anak yang shalih berawal dari didikan ibu yang shalihah … Ini menunjukkan pentingnya memiliki istri seperti itu.

Seorang pengajar al-Quran di sebuah masjid mengisahkan:

Seorang anak kecil mendatangiku. Dia ingin mendaftar di halaqah Alquran yang aku bina. Aku menanyainya

“Apa kamu hafal beberapa ayat alquran?”

“Iya”

“Coba sekarang bacakan aku beberapa surat di juz amma ya.”

Dia pun membacanya.

“Apa kamu hafal surat tabarak (Al Mulk -ed)?”

“Iya.”

Aku pun kagum dengan hafalannya pada usia yang masih belia ini.

“Apa kamu hafal an-nahl?”

“Iya”

Bertambah kekagumanku padanya. kemudian aku tanyakan tentang surat-surat panjang.

“Apa kamu hafal albaqarah?”

“Iya”

Dia membacanya dan tak salah sedikitpun. Meleleh hatiku semakin kagum.

“Ananda, apa engkau hafal Al Quran seluruhnya?”

“Iya.”

Subhanallah, Masya Allah, . .

Aku memintanya untuk datang besok bersama ayah sebagai walinya. Aku berpikir bagaimana mungkin seorang ayah mampu menjadikan anaknya seperti ini?

Esoknya, ia datang bersama ayahnya. Kulihat penampilan sang ayah sepertinya tidak melazimi sunnah dan bukan penghafal.

Ayahnya menuturkan kepadaku:

“Apakah anda kagum? Aku akan menghentikan kekagumanmu dan kuceritakan bahwa dibalik layar kesuksesan anak ini ada seorang wanita dengan kekuatan seribu lelaki. Dialah ibunya.

Aku ceritakan kabar gembira bahwa aku punya 3 anak dan semuanya adalah penghafal alquran. Anakku yang terakhir berumur 4 tahun namun sudah menghafal juz amma.

Dulu ibunya, ketika mendidik mereka berbicara, dia memulainya dgn mengajarkan alquran kepada mereka. mengajarkan mereka berbicara yaitu dengan Al Quran.

Ibunya juga menumbuhkan kompetisi sehat. Siapa yang menghafal duluan, dia akan bebas memilih makan malam di malam itu. Siapa yang duluan muraja’ah dialah yang akan memilih kemana kita akan rihlah saat libur mingguan. Siapa yang mengkhatam duluan, dialah yang akan memilih kemana kita berpergian saat libur panjang.

Inilah metode ibunya.”

Ternyata beginilah wanita mulia, ketika ia sholehah maka sholeh lah pula sebuah rumah tangga.

______
Diterjemahkan dari page Kun Lillah Kama Yurid Yakun Lakaj Fauqa Ma Turid

Penerjemah: Fachriy Aboe Syazwiena
Go join us with Remaja Islam Mau Mengenal Islam >> http://remajaislam.com/560-berawal-dari-istri-yang-shalihah

🌷🍒🌷🍒🌷🍒

Subhanallah.

Inilah pelajaran berharga bagi kita, para ibu dan orang tua pada umumnya. Mau anak yang baik? Keturunan yang terus mendoakan kita dan membawa kebaikan sampai akhir zaman? Semua tergantung bagaimana kita mendidik dan mendoakan mereka.

Dan bagi kita sebagai anak dari orang tua kita, marilah kita syukuri, karena semua nikmat dan karuniaNya yang kita dapatkan, tak terlepas dari kontribusi orang tua kita.

Semoga kita dapat terus meningkatkan kualitas kita sebagai ibu dan orang tua, dan sebagai anak yang bersyukur.

Aamiin yra.

🍒🌷🍒🌷🍒🌷

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s