Pemenang kehidupan: jaga rasa, pikiran dan perkataan yang baik setiap saat. Jangan biarkan perilaku buruk orang lain mempengaruhi hidup kita

image

Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Ternyata sang penjual melayani dengan sikap buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei, kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.

“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu nggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”

Sahabat yang luar biasa..

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.

“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Semoga bermanfaat.

Kiriman dari group WA.

🍒🌾🍒🌾🍒🌾

Sahabat blogger tercinta,

Oleh Stephen Covey sikap ini disebut sebagai sikap “proaktif.” Kitalah yang menentukan hidup kita sendiri. Standard kita bersikap harus tetap baik, sesuai dengan akhlak mulia, atau uswatun hasanah sesuai teladan Rasulullah saw. Tak ada yang dapat membuat kita berbuat buruk, tak sopan atau marah. Seseorang yang membentak kita sekalipun hanya bisa membuat kita marah kalau kita mengizinkannya. Seseorang yang menyakiti hati kita hanya akan membuat kita sedih kalau kita membiarkannya.

Di MBP saya belajar teknik Nafas Damai dan EFT untuk mencegah perasaan kita terbawa oleh hal-hal negatif yang ada di sekeliling kita, dan membuang energi negatif yang sudah masuk.

Jadi mulai sekarang, yuk kita atur hidup kita sendiri.

🌾🍒🌾🍒🌾🍒

Penulis: tak ditulis.
Semoga Allah berikan kebaikan kepada penulisnya setiap kali tulisan ini membawa kebaikan pada pembacanya.

Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s