Catatan haji 14: membangun kebiasaan Muslim yang baik, optimalkan waktu mencapai target hidup

image

Dengan berakhirnya thawaf wada, selesai sudah prosesi haji kami. Alhamdulillah. Ada rasa bahagia, ada rasa sedih. Bahagia karena semua prosesi berjalan lancar, menyenangkan dan nikmat sekali. Subhanallah… Sedih karena kami harus mengucapkan selamat tinggal pada Kabah dan Masjidil Haram. Entah kapan kami bisa bertemu lagi. Semoga Allah terus mengirim undangan pada kita semua untuk menjadi tamuNya dalam haji dan umrah. Aamiin yra.

Haji selesai, belum berarti langsung komplit menjadi Muslim. Yang terjadi setelahnya justru sangat penting untuk meyakinkan haji kita adalah haji yang mabrur.

KH. Agus Salim Dasuki, pembimbing kami, jemaah haji Balda, memberikan panduan sederetan checklist kegiatan Muslim yang bisa kita jadikan agenda, seperti yang ada di gambar di atas. Agenda ini bermanfaat bagi semua orang yang mengaku beragama Islam, bukan hanya haji dan hajjah. Jadi, marilah sama-sama kita bangun kebiasaan-kebiasaan ini sebagai seorang Muslim.

Berikut adalah daftar checklist yang diberikan oleh Pak KH AS Dasuki. Saya coba sandingkan beberapa bacaan yang menggambarkan betapa pentingnya hal tersebut menjadi kebiasaan kita.

1. Shalat subuh berjamaah di masjid atau mushalla rumah
2. Shalat lima waktu di masjid, atau mushalla rumah
3. Membaca Al Quran (Al Quran, solusi dalam berbagai ujian)
4. Dzikir setelah shalat (Dzikir yang menghapus dosa)
5. Rawatib lengkap
6. Khusyuk dan mentadaburi bacaan shalat
7. Mengingat/mempersiapkan kematian (Jangan tunda mempersiapkan hari yang pasti datang)
8. Mengingat Hari Akhir (Ingatlah Allah dan akhirat, Khusnul khatimah – agar selamat di hari akhir)
9. Memohon surga minimal 3x
10. Memohon diselamatkan dari siksa neraka 3x
11. Membaca hadits (Berilmu sebelum beramal)
12. Menjauhi orang dan tempat yang mengajak keburukan
13. Menghindari tertawa berlebihan
14. Menangis dalam shalat
15. Dzikir subuh dan magrib
16. Istighfar minimal 70x (Bertaubat menuju ketakwaan)
17. Memohon syahid
18. Memohon agar dijaga berpegang teguh dalam agamaNya.
19. Memanfaatkan waktu-waktu doa diijabah
20. Mendalami agama (Menuntut ilmu meningkatkan derajat)
21. Istighfar untuk mu’minin, mu’minat
22. Mensyukuri nikmat iman dan Islam (Nikmatnya bersyukur)
23. Mensyukuri panca indra, cerahnya hati dan sempurnanya akal (Bersyukurlah supaya tenteram)
24. Sedekah pada fakir miskin (Sedekah yuk, Indahnya cinta sedekah, Sedekahmu pinjamanmu untuk Allah)
25. Meninggalkan marah
(Sabar dan meninggalkan marah itu sehat)
26. Menjauhi sombong, merasa benar sendiri (Sombong pangkal hina)
27. Silaturahmi pada saudara-saudara di jalan Allah (Teman untuk dunia dan akhirat)
28. Mendoakan keluarga (pasangan dan anak) dan tetangga
29. Berbuat baik pada orang tua (Bakti pada orang tua)
30. Membaca Innalillahi wa innailaihi rajiun saat ditimpa bencana
31. Mohon bimbingan Allah (Taufik dan hidayahNya)

Silakan menyusun agenda anda sendiri sesuai dengan checklist di atas. Kalau sistematika nya mau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, atau menambah daftar kebiasaan lain yang ingin dibangun, silakan.
Bagi saya sendiri kebiasaan “menyampaikan walau hanya satu ayat” menjadi satu keharusan dan akan saya tambah. Saya juga akan menambah checklist dari Agenda Ramadlan yang saya dapat dari Mbak Auk Murat dan Mas Wisnu di pelatihan 21 hari menuju surga.

Menurut para ahli, menjalankan satu hal selama 21 hari berturut-turut efektif untuk membangun sebuah kebiasaan baru. Pikiran kita akan merasa “nyaman” melakukan hal tersebut, dan dengan demikian akan lebih mudah melanjutkannya menjadi kebiasaan yang kuat dan langeng, berkelanjutan.

Agenda ini membantu kita untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan ini dalam satu, dua atau bahkan tiga bulan sampai semua menjadi kebiasaan yang melekat. Pada saat itu kita bisa mengganti daftar di atas dengan kebiasaan baru yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya tahajud 8 rakaat dan dluha 8 rakaat.

Jadikan agenda ini teman di saat shalat subuh dan isya. Selesaikan apa yang bisa diselesaikan di saat shalat subuh, dan yakinkan semua selesai di akhir hari, setelah shalat isya.

Selalulah bertanya:
🍒 Seberapa penting mengejar surga bagi kita?
🍒 Seberapa penting selamat dari azab dunia dan azab akhirat bagi kita?
🍒 Seberapa besar komitmen kita untuk menjangkau surga?
🍒 Apa saja yang dapat menghambat kita menjalankan semua kebiasaan tersebut?
🍒 Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi hambatan tersebut?
🍒 Apa hal-hal kecil yang dapat kita lakukan untuk memulai kebiasaan-kebiasaan tersebut?
🍒 Bagaimana caranya agar seluruh anggota keluarga turut membangun kebiasaan yang sama?

Selamat membangun kebiasaan baru. Ingat, waktu adalah aset yang paling berharga karena ia terbatas. Optimalkan waktu untuk menjangkau surga dengan agenda ini. Semoga Allah ridloi, berkahi dan mudahkan.

Aamiin yra.

One thought on “Catatan haji 14: membangun kebiasaan Muslim yang baik, optimalkan waktu mencapai target hidup

  1. Pingback: Ramadan: momentum emas membangun keimanan keluarga. Sudahkah kita manfaatkan? | Indira Abidin's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s