Catatan haji 13: Jangan sombong dalam beribadah

image

Dalam menjalankan ibadah haji atau ibadah apapun mungkin saja kita menemukan berbagai perbedaan atau hal-hal yang mencurigakan kita. Sesungguhnya di sinilah Allah menguji kita. Mampukah kita menjaga hati untuk terus fokus pada ibadah. Yang paling bahaya adalah kalau sampai kita menghakimi orang lain karena orang lain “kurang pas ibadahnya,” “tidak sealim” kita, atau “tidak sebaik kita ibadahnya.”

Begitu kita merasa kita adalah yang paling baik dan paling benar, iblis berjaya memperdaya kita, karena sombong adalah sifat iblis dan syaithan. Mereka dikeluarkan dari surga karena aifat sombong ini.

Mintalah selalu kemuliaan dari Sang Maha Mulia, dan jangan pernah merasa sudah mulia atau lebih mulia dari orang lain.

Kisah di bawah ini, yang dikirimkan ibundaku tercinta dan Pak Iskandar Mochtar bisa menggambarkan buruknya kesombongan ini. Kita simak yuk.

🌷🌾🌷🌾

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan, di sisi mereka terletak sebotol arak.

Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku…!!”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam, lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja sedang saya telah menyelamatkan enam orang.” 

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”

Hasan al- Basri tertegun lalu berkata ; “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.”

Lelaki itu menjawab, “Mudah- mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.” Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Jika Allah membukakan pintu solat tahajud buat kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak…

Jika Allah membukakan pintu puasa sunah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunah.

Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita.

Ilmu Allah sangat amatlah luas. Jangan pernah ujub dan sombong pada amalanmu.

Sisipkan kami dalam kesholihan doamu.
الله المستعان
جزاك الله خيرا
بارك الله فيك
(repost ; Rojulun Sholih, by ustadz Aulia Abu Sumayyah)

Ibnu Qayyimrahimahullah :

Jika Allah membukakan untukmu pintu sholat malam, janganlah kau memandang orang yang tidur dengan pandangan merendahkan.

Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, jangan kau memandang orang yang tak berpuasa dengan pandangan merendahkan.

Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, jangan kau memandang orang yang tak berjihad dengan pandangan merendahkan.

Bisa saja orang yang tidur, yang tak berpuasa dan yang tak berjihad lebih dekat kepada Allah ketimbang dirimu.”
Kemudian beliau melanjutkan,

🌷 Sungguh, Engkau berpagi hari bangun dari tidur lalu menyesal lebih baik dari pada berpagi hari dalam keadaan terjaga lalu berbangga.

🌷 Karena orang yang sombong, amalannya tidak akan naik ke sisi Allah.

*dari kitab Madarijus Salikin:1/177

🌷🌾🌷🌾

Seperti kata Mbak Ayu, teman dalam group Balda,” Jangan memandang orang dari status atau hartanya, karena sepatu emas Fir’aun berada di neraka sedang sandal jepit Bilal berada di surga.

Semoga kita dapat terus menjaga keikhlasan ibadah kita, dan mensucikan hati kita dari segala bentuk sombong dan “merasa diri paling benar.”

Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s