Catatan Haji 12: Haji berkat kanker

image

Mungkin aneh mendengarnya, haji kok bisa berkat kanker. Ya, itulah yang terjadi padaku.

Pada saat aku mendapat diagnosa kanker (Berkah Di Balik Kanker), entah kenapa kok bisa-bisanya aku merasa happy. Ya benar, aku happy, aku bahagia. Ramadlan sebelumnya aku memang benar-benar berusaha keras merapat padaNya. Berbagai ibadah yang bisa kami sekeluarga jalankan di bulan Ramadlan, kami jalankan bersama-sama. Aku benar-benar percaya Allah tak pernah ingkar janji, pasti semua upaya itu ada hasilnya yang membawa bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Jadi waktu aku mendapat kanker, aku pun berprasangka baik kepadaNya. Aku yakin diagnosa ini adalah jalanNya untuk memberikan hadiah kepadaku. Aku belum tahu apa hadiah itu, tapi aku yakin sekali akan datangnya hadiah tersebut.

Saat itu aku memiliki asuransi penyakit berat Prudensial Syariah. Berkat bantuan sahabatku yang juga penasehat asuransiku, Andreas Sindudharma, aku pun menerima claim asuransi yang lumayan besar saat itu. Tujuannya untuk membiayai perawatan. Karena aku dari awal sudah memilih untuk memilih jalur non medis, otomatis dana tersebut berlebih.

Saat itu sahabat FEUI ku, Anggy, juga berangkat haji. Seperti biasa, aku titip doa kepadanya, untuk dipanggil haji juga. Waktu pulang haji, Anggy pun mengingatkan, ayo daftar. Dorongan Anggy, ketersediaan dana yang berlebih, dan waktu yang luang waktu itu, karena aku izin dari kantor untuk istirahat di Bali selama sebulan, semua berkontribusi untuk segera mendaftar haji.

Aku dan Abang segera kontak Mas Boyke, kakak sepupuku, pemilik dan pimpinan travel Balda Haji Khusus dan Umrah. DP pun segera kami transfer dan formulir segera kami isi. Alhamdulillah pendaftaran kelar di bulan November-Desember 2012. “Insya Allah 2017 berangkat,” kata Mas Boyke. Baiklah, kami siap menunggu.

Suamiku pun baru kemudian menginformasikan ke seluruh keluarga besar bahwa aku didiagnosa kanker. Mas Boyke terkejut mendengarnya dan mengatakan, ” Kalau ada yang batal Mas Boyke usahakan kamu bisa berangkat sebelum 2017.”
Tentu banyak orang merasa kanker adalah sesuatu yang dapat merengut nyawa dan bisa saja 2017 menjadi terlalu lama bagi seorang yang didiagnosa dengan kanker.

Berkat terapi yang kujalani, dalam satu tahun kondisiku pun pulih kembali. Hasil breast scan dari C Care memperlihatkan sel kankerku tak lagi aktif membahayakan di awal 2014 (Hasil Terapi Kankerku). Saat itulah Mas Boyke mengatakan bahwa ada calon haji Balda yang membatalkan keberangkatannya. Kalau aku dan Abang mau, kami bisa mengisi kekosongan tersebut.

Aku pun berunding dengan Abang, suamiku. Abang dengan teguh memutuskan untuk menerima tawaran Mas Boyke. “Ini jalan Allah,” katanya dengan yakin.

Subhanallah, suamiku mendapat berbagai jalan yang tak disangka-sangka untuk menutup semua biaya dan keperluan untuk naik haji. Semua beres pada waktunya, termasuk urusan Hana, anak kami yang harus kami titipkan selama kami di tanah suci. Padahal dolar sedang naik tinggi-tingginya di pertengahan tahun 2014.
Sekali lagi, Allah Maha Besar, Allah Maha Mencukupi.

INSYA ALLAH semua berkah.

Kalau aku refleksi ke belakang, alhamdulillah Allah memberikan aku kanker. Kalau tidak, mungkin aku saat itu tidak cukup punya waktu, atau cukup terinspirasi waktu Anggy mengingatkanku untuk segera daftar haji. Mungkin aku dan suami tak terpikir untu mengalokasikan dana untuk mendaftar. Karena sedang ada dana berlebih khusus untuk kanker, maka alokasi itu mudah sekali kami putuskan.

Waktu aku Wukuf Arafah kemarin aku mengucap syukur sedalam-dalamnya atas berkah berbungkus penyakit yang menjadi momok itu. Aku ikhlas dan aku syukuri kehadirannya, dan kini aku pun ikhlas dan aku syukuri kepergiannya.

Subhanallah… sekali lagi Allah buktikan padaku, bahwa Ia tak pernah ingkar janji.
“Bersyukurlah maka akan Kutambah nikmatKu bagimu,” seruNya.

Syukur alhamdulillah…

Maka kini aku kembalikan bantuan Allah melalui orang-orang yang berjasa kepadaku. Aku mendorong orang berdoa melaluiku, untuk kusampaikan di Masjidil Haram, seperti titipan doaku untuk Anggy waktu itu. Melalui catatan-catatanku ini aku pun rajin mengingatkan orang untuk segera mendaftar haji. Pay it forward.

Mungkin suatu saat Allah pun memberi kesempatan untuk memberi jalan kepada jemaah haji seperti yang dilakukan Mas Boyke kepadaku. Belum sekarang, in sha Allah ada waktunya.

Terima kasih Mas Boyke, terima kasih Anggy… berkah Allah sudah mengalir kepadaku dan suami melalui tangan-tangan dan ucapan Mas Boyke dan Anggy.

Terima kasih mama, papa, umak. Tanpa doa dan dukungan mama, papa, umak, kami tak mungkin hadir di tanah suci.

Terima kasih kakak-kakak dan adik-adik. Tanpa bantuan kakak dan adik yang semua menjaga dan mengurus Hana, terutama Mita yang menjadi wali Hana selama tiga minggu, tak mungkin kami dapat tenang beribadah di sini.

Terima kasih untuk semua doa, dukungan dan bantuan dari semua teman. Tanpanya belum tentu semua berlangsung selancar ini.

Terima kasih, terima kasih, alhamdulillah.

🌲🌷🌲🌷

27 thoughts on “Catatan Haji 12: Haji berkat kanker

  1. Semoga Allah SWT menyembuhkan penyakit mbak Indira dgn kesembuhan yg tdk meninggalkan rasa sakit, memberi kesabaran dan menghapus dosa.

    Like

  2. Masha Allah Mbaak…. I’m so happy for you… BarakAllah hu fikum…. semoga semua ibadah diterima Allah & semua do’anya diijabah Aamiin….. klo boleh & belum terlambat, titip do’a supaya kami bisa segera berHaji juga Mbak, Jazakillah khair.

    Like

  3. Masya Allah terharu mendengar ceritanya…kebahagiaan adalah obat besar dalam proses penyembuhan penyakit, selama kita dapat bersyukur kepadaNya akan segala nikmat yang telah diberikan

    Like

  4. MasyaAllah.. tulisan2 Bu Indira sangat memotivasi.. Semoga Bu Indira dan suami menjadi haji mabrur.. klo berkenan, tolong doakan saya dan kluarga.. makasih..

    Like

  5. Ayu ingat waktu di Azizah, teman ayu saat ayu sendiri hanya mb Indira, saat itu ayu berpikir, Alhamdulilah ada teman di lantai bawah, sambil melirik mb Indira yg sedang membaca Al’Quran,..Finally ayu tau dr bu Atik bhw mb mengidap kanker…ayu sedih dan cukup shock dengarnya, ayu doakan semoga mb Indira selalu kuat menghadapi ujianNYA… ya Allah, berikan yg terbaik untuk mb Indira, berikan mukzizat-Mu…

    Like

    • Aamiin aamiin yra. Terima kasih banyak doanya ya, Mbak sayang.
      Kanker kan hadiah Allah, Mbak. UjianNya ternyata indah sekali kalau bisa kita lihat sebagai “hadiah” dan “berkah” yang membawa kebaikan bagi kita. Prasangka baik padaNya ternyata membawa banyak sekali kebahagiaan bagi saya, Mbak.
      Semoga kita semua diberikan kekuatan, kesehatan, fisik mental, lahir batin ya Mbak Ayu. Aamiin aamiin yra.

      Like

  6. Pingback: Kanker adalah pemberianNya yang harus disyukuri. Banyak hikmah di baliknya. | Indira Abidin's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s