Catatan Haji 11: Rencana Allah selalu lebih baik

image

Hari Tarwiyah, Mabit di Mina dan Wukuf Arafah beberapa hari ini benar-benar istimewa bagi kami di Balda. Apa yang kami alami jauh lebih baik dari apa yang telah kami siapkan sebelumnya. Kami tak merasa kepanasan, tak harus mengalami mengantri toilet dengan antrian 6 orang di depan kami, makanan berlimpah, wudlu pun mudah. Alhamdulillah, semua proses menyenangkan, lancar, mudah dan nikmat.
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar.

Dalam perjalanan menuju Mekah, ada kejadian tak terduga. Jalan menuju Mekah ditutup dan bis kami harus mencari jalan-jalan alternatif sehingga kami baru sampai Mekah menjelang shalat subuh. Padahal rencananya kami tiba di Mekah pukul 2 pagi dan kembali ke apartemen sebelum shalat subuh.

Saya tak mengeluh. Saya happy saja, meskipun saya tahu panitya pasti kebat kebit memikirkan konsekuensinya karena tak mudah mengganti rencana dalam kondisi seperti itu.

Alhamdulillah Masjidil Haram tak sepadat sebelumnya. Kami dapat shalat subuh dalam kondisi longgar, thawaf dengan lancar, dan yang sangat berkesan dalam hati kami, kami dapat merasakan shalat Ied tepat di hadapan kabah. Subhanallah.

Bis yang membawa kami kembali ke Aziziah pun dapat dengan mudah masuk ke terowongan di bawah pelataran bis Masjidil Haram untuk menjemput kami. Hal ini benar-benar luar biasa, karena setelah shalat ied biasanya tak ada bis yang bisa masuk ke sana. Hal inilah sesungguhnya yang membuat panitya Balda merencanakan kami pulang sebelum shalat subuh.

Rupanya Pak Ali, supir bis kami, menghubungi ibunya yang memang sangat rajin ibadah, untuk mendoakan agar ia dapat memasuki terowongan di bawah pelataran Masjidil Haram. Ibunya pun mendoakannya dan ajaib… bis yang dibawanya tak dihalangi oleh petugas seperti bis lainnya. Subhanallah..

Tak sesuai rencana… Allah memberikan yang jauh lebih baik daripada yang direncanakan.

Bagiku sendiri.. aku masuk Masjidil Haram tanpa berbicara karena sakit sekali tenggorokanku kalau berbicara. Aku pun berdoa dalam hati saja sepanjang thawaf. Setelah thawaf kami pun minum air zam zam dan aku berdoa agar disehatkan olehNya.

Waktu mulai sai.. aku mencoba untuk berdoa dengan mengeluarkan suara, dan ajaib, tenggorokanku tak terasa sakit lagi. Aku pun dapat berdoa dengan mengeluarkan suara setelah itu.
Alhamdulillah, Allah Maha Baik.

Memang manusia bisa berencana, Allah yang menentukan. Dan ketentuannya lebih baik daripada rencana manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s