Catatan haji 7: mau bawa berkah atau bencana? Semua tergantung kata dan rasa

Salah satu hal harus senantiasa dijaga oleh para jemaah haji adalah ucapan. Kita hanya boleh berkata yang baik-baik saja. Jangan sampai sebagai tamu Allah kita mencaci, menghina, gosip, menghardik atau mengeluarkan ucapan apapun yang tidak baik. Berkatalah yang baik atau diam.

Sapi Betina (Al-Baqarah):197 – (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Mengapa kita harus selalu menjaga ucapan?

Secara spiritual menjaga ucapan meningkatkan derajat kita di hadapan Allah. Ucapan yang baik dapat memasukkan kita ke dalam surga, ucapan yang buruk dapat menjebloskan kita ke dalam neraka.

“Siapa yang bisa menjamin untukku apa yang ada di antara dua janggutnya (lisan -red.) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan -red.), aku akan menjamin surga baginya.” (HR. al-Bukhari no. 6474)

“Sesungguhnya seseorang mengatakan satu ucapan yang dia tidak menganggapnya sebagai ucapan jelek, namun ternyata dengan ucapannya itu dia terjerumus selama tujuh puluh tahun di dalam neraka.” (HR. at-Tirmidzi no. 2314, dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi)

“Sungguh, seseorang mengucapkan sebuah perkataan yang termasuk ucapan yang diridhai oleh Allah, yang dia tidak menaruh perhatian pada ucapan itu, ternyata dengan ucapan itu Allah mengangkatnya beberapa derajat. Sungguh, ada pula seorang hamba mengucapkan sebuah perkataan yang termasuk perkataan yang dimurkai oleh Allah, yang dia tidak menaruh perhatian pada ucapan itu, ternyata dengan ucapan itu dia terjatuh ke dalam neraka Jahannam.” (HR. al-Bukhari)

Allah menetapkan manusia hanya boleh mengatakan hal yang baik dan menetapkan hukuman berat terhadap ucapan yang tak baik karena Allah telah menciptakan sebuah mekanisme dalam tubuh manusia di mana setiap kata yang positif memiliki vibrasi yang positif dan kata-kata negatif memiliki vibrasi negatif pula. Vibrasi ini akan mempengaruhi pikiran dan perasaan.

Vibrasi positif memiliki dampak positif terhadap sel-sel tubuh kita, pembangunan potensi kita dan terhadap perilaku orang di sekitar kita (baca: positifkan yang negatif).

Perasaan dan pikiran yang negatif akibat kata-kata negatif, seperti marah, kesal, perasaan tidak terima, didzalimi, akan dipancarkan kembali, ditangkap oleh seluruh sel dalam tubuh, termasuk sel organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal, liver dan pankreas.

Dampak yang ditimbulkan oleh perasaan negatif itu sungguh buruk bagi tubuh. Sel-sel tadi akan menciut, mati atau bermutasi menjadi kanker.

Jadi memang tanpa sadar kita bisa membunuh atau membangun orang lain secara tidak langsung melalui ucapan kita. Di sinilah perlu kita sadari bahwa Allah menciptakan lidah sebagai pedang bermata dua, karunia sekaligus ujian yang besar bagi manusia.

Inilah nilai penting di balik perintah “menjaga lidah.”

Nah, bagaimana kalau kita yang menjadi korban dari ucapan negatif? Tentu kita tak dapat membiarkan tubuh kita menderita dan terkena dampak buruk ucapan orang lain.

Kalau kita perhatikan mekanismenya, dampak negatif akan terjadi kalau ada perasaan dan pikiran negatif terhadap kata-kata negatif tersebut. Jadi kalau kita tawakal atau bahkan mensyukurinya, perasaan negatif tidak muncul dan dampak negatif tidak terjadi.

Rasulullah sudah mengingatkan kita akan hal ini:
“Apabila seseorang mencaci dan mencelamu dengan aib yang ada padamu, jangan engkau balas mencelanya dengan aib yang ada padanya, karena dosanya akan dia tanggung.” (HR. Abu Daud)

Jadi Allah sudah memberikan alasan agar kita mampu mensyukuri cacian yang dilemparkan pada kita. Kita bisa bergembira dosa kita akan ada yang menanggung. Ingat saja bahwa Allah Maha Adil dan Maha Cinta pada mereka yang didzalimi.

Bagi yang sudah belajar EFT (saya pelajari dari MBP training), praktekkan tapping juga untuk menghilangkan pemblokiran energi yang disebabkan oleh emosi negatif.

Jadi, marilah mulai sekarang kita sadari dampak dari ucapan kita dan menjaga lidah. Berkatalah hanya yang baik karena ucapan kita dapat membawa berkah bagi yang lain dan mendatangkan ridlo Allah untuk surgaNya. Tak mampu? Lebih baik diam untuk menghindari diri dan orang lain dari dampak buruk akibat ucapan kita, termasuk api neraka.

Terima kasih untuk Coach Lyra dan Coach Anto untuk inspirasinya pagi hari ini yang mendorong saya menulis catatan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s