Catatan haji 6: sudahkah kita membawa bekal takwa? Itulah bekal kemuliaan yang sesungguhnya

image

Dalam Al Quran Allah memerintahkan kita untuk mempersiapkan bekal takwa sebelum pergi berhaji.

Sapi Betina (Al-Baqarah):197 – (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

Sesungguhnya apakah takwa itu?
Allah menjelaskan dalam Al Baqarah:

Sapi Betina (Al-Baqarah):2-5 – Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Jadi takwa adalah:
🌷 beriman kepada yang ghaib
🌷 yang mendirikan shalat
🌷 menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dan
🌷 beriman kepada Kitab (Al Quran) dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu
🌷 yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Dan balasan takwa dari Allah adalah:
🌷 mendapat petunjukNya
🌷 masuk golongan orang-orang yang beruntung.

Nah, sudahkah kita siap dengan bekal itu semua? Yuk kita mulai periksa satu persatu. Dan apabila sudah, in shaa Allah kita telah memiliki bekal terbaik untuk berhaji. Aamiin YRA.

Dalam wa group YKM FEUI ada tulisan Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA yang sangat indah untuk kita simak. Yuk kita simak bersama…

💖 Kemuliaan yang hakiki 💖

Tidak ada yang bisa mengangkat derajatmu di dunia, seperti agama dan imanmu.

Maka, barangsiapa silau dengan kedudukannya; ingatlah Raja Fir’aun.

Barangsiapa silau dengan hartanya, maka ingatlah Qarun dan hartanya.

Barangsiapa silau dengan nasabnya, maka ingatlah, putra Nabi Nuh yang durhaka, ayah Nabi Ibrohim yang musyrik, dan Abu Lahab paman Nabi kita -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

Kemuliaanmu yang hakiki hanyalah ada pada agamamu. Semakin tinggi agamamu, semakin tinggi kemualiaanmu.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Sungguh orang yang paling mulia dari kalian adalah orang yang paling bertakwa” [Hujurot: 13].

Allah juga berfirman (yang artinya):

“Barangsiapa ingin kemuliaan, maka hanya milik Allah semua kemuliaan” [Fathir:10]

Ditulis oleh Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

🌷🌲🌷🌲🌷🌲

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s