Skip to content
Advertisements

Catatan haji 4: sudah daftar haji belum? Jangan tunggu tua, haji butuh fisik kuat. Jangan tunggu kaya, pemulung pun bisa.

image

Ibadah haji bukanlah ibadah yang mudah. Semua prosesnya membutuhkan kesiapan mental dan fisik yang prima. Saya dan Abang beberapa kali memperhatikan banyak jemaah haji yang sudah tua seringkali kesulitan menjalankannya dengan sempurna. Bahkan naik eskalator saja banyak yang harus dibantu.

Nampaknya ada kesan bahwa untuk naik haji harus mapan dan tua dulu. Kalau dilihat dari tingkat kesulitannya, kami merasa justru sebaliknya, makin muda makin mudah naik haji karena kondisi fisik masih prima.

Belum merasa mapan?
Memang disebutkan bahwa haji adalah wajib bagi yang mampu. Kata-kata “mampu” ini hanya diartikan “punya uang” atau “kaya.” Padahal “mampu” itu sangat relatif. Ada anak muda yang baru mulai bekerja dengan penghasilan Rp 2.000.000 sebulan merasa belum mampu, sementara seorang pemulung yang membawa pulang uang jauh lebih sedikit dari itu mampu mendaftar haji dengan tabungannya. Berapa kali kita baca di media banyak orang tak mampu yang berhasil naik haji hasil menabung bertahun-tahun.

Di tanah suci pun kita saksikan bahwa jemaah haji tidak semuanya kaya. Banyak sekali yang berasal dari desa dan tak dapat dikatakan mapan untuk ukuran orang kota. Penghasilan boleh sedikit, niat mereka sekuat baja. Dan sungguh mulia nilai mereka di mata Allah karena Allah. Harta yang dikeluarkan dengan ikhlas di jalanNya hanya untuk mengharap ridloNya tentu akan menjadi investasi dunia akhirat yang menguntungkan.

Jadi janganlah sembunyi di balik kata-kata “tidak mampu.” Kalau kita niat dan berusaha keras Allah akan mendengar doa kita dan menyaksikan usaha kita. Saya dan suami pun sudah merasakan sendiri. Begitu kami meniatkan naik haji, ada saja jalan untuk mendapat dana. Tekad ini yang menjadi modal utama.

Bahkan kami mendengar di Malaysia para orang tua mendaftarkan anaknya untuk naik haji karena panjangnya antrian. Ini ide bagus. Tidak ada salahnya kita daftarkan anak-anak segera agar mereka dapat berangkat begitu mereka cukup usia. Siapkan mental mereka dari sekarang karena naik haji memang membutuhkan mental yang matang. Urusan dana? Sekali lagi… kalau kita bertekad kuat, berdoa memohon padaNya, inshaa Allah akan ada jalan.

Jadi pertanyaannya…

🌷 Seberapa besar keinginan memenuhi rukun Islam kelima ini?
🌷 Seberapa besar komitmen kepada Allah untuk menggenapkan kewajiban kita sebagai manusia untuk menggapai ridloNya?
🌷 Seberapa penting ridloNya bagi kita?
🌷 Kalau sampai Allah memanggil besok dan kita belum mendaftar haji, padahal sesungguhnya sahabat mampu, apa rasanya?
🌷 Dan apa rasanya kalau dibayangkan sudah berada di depan Kabah, menjemput ridlo Sang Pencipta, yang selama ini menjaga, memenuhi kebutuhan dan mencukupi semua kebutuhan sabahat?
🌷 Dapatkah membayangkan momen mengharukan di mana sahabat ada di muka kabah?
Di padang Arafah?
Di saat semua dosa sahabat dihapus oleh Sang Pemaaf?
🌷Apa langkah pertama yang akan dilakukan hari ini menuju perjalanan haji ini?
🌷 Apa lagi langkah selanjutnya?
🌷 Kira-kira kapan mau benar-benar terdaftar sebagai jemaah haji?

Semoga sahabatku semua mendapatkan haji yang mabrur, suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan. Aamiin yra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: