Berterima kasihlah bila ada yang meminta bantuan, karena ia menjadi perantara mewujudkan bakti dan syukur pada Allah

image

Sumber gambar: laman facebook Talk Islam

🌷 Seorang kaya  dalam perjalanan jauh, hendak mendatangi cicit baginda Nabi saw (dan cucu Imam Ali ra), Imam Ja’far As-Shadiq as di Madinah.

🌷 Ia naik karavan kereta berkuda yang mewah. Di tengah perjalanan, di padang pasir itu, ada dua orang yang berjalan kaki. Mereka juga menuju arah Madinah.

🌺 Lelaki kaya tadi abai. Seolah ia tidak melihat dua pejalan kaki yang lelah, penat dan haus. 

[Padahal di padang pasir yg luas mustahil rasanya orang tidak melihat ada orang lain atau pergerakan sesuatu apapun di sekitarnya].

🌹 Sesampai di Madinah, Imam Ja’far menolaknya masuk ke dalam kelompok pengajian beliau. ‘Tadi engkau tidak mengacuhkan dua lelaki yang berharap bisa mendapat tunggangan bersamamu. Padahal Engkau mampu,  dan sama sekali hal itu tidak merugikanmu.’ Begitu kira-kira ucapan sang cucunda Nabi saw itu. Sang orang kaya itu pun keluar.

🍁 Ia jadi paham, kata Ustadz yang menceritakan hal itu bahwa, agama mengajarkan ibadah sosial [horizontal] tidak kalah penting daripada ibadah ‘mahdhah’ (vertikal, seperti shalat).

🌲 Berterima kasihlah bila ada yang datang (meminta bantuan) kepadamu, kata ulama, karena ia menjadi perantara bagimu mewujudkan bakti dan syukur kepada Allah.

💚💛💜💚💛💜

Terima kasih kirimannya  Mas Abdi, group wa SS Sehat and Smart.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s