Sabar, taqwa, amal sholeh masih sulit dijangkau. Setidaknya ada taubat untuk menjagkau cinta Allah

image

Apakah Allah mencintaiku?

💖 Pertanyaan ini berkecamuk dalam pikiran dan perasaanku….

💖 Aku teringat bahwa kecintaan Allah terhadap hambaNya bukan datang seenaknya hamba, tapi karena sebab-sebab yang disebutkan oleh Allah dalam kitabNya.

💖 Aku coba untuk mentadabburi dan memutar file-file tentang hal itu yang terdapat di dalam al Qur’an. Aku berusaha mengukur diriku terhadap ayat-ayat itu dengan harapan aku menemukan jawaban terhadap kegundahan ini. Semoga aku termasuk ke dalam kelompok orang yang dicintai Allah.

💖 Pertama sekali
aku menemukan ayat al Qur’an yang mengatakan bahwa ALLAH MENCINTAI ORANG YANG BERTAQWA. Namun sayang, langsung batin ku berkata dengan jujur, aku tidak termasuk ke dalam golongan ini.

💖 Langkah kedua,
aku ketemu ayat yang mengatakan bahwa ALLAH MENCINTAI ORANG YANG SABAR. Dengan penuh pengakuan tulus batinku langsung mengakui; teramat jauh diriku dari kelas bergengsi ini. Betapa aku tidak mampu bersabar dalam menghadapi segala hal.

💖 Langkah ketiga,
aku menemukan ayat yang mengatakan bahwa ALLAH MENCINTAI ORANG ORANG YANG BERSUNGGUH SUNGGUH DIJALANNYA. Bukan sok tawadhu’, batinku langsung terkulai mengakui betapa aku lebih banyak dikalahkan oleh rasa malas dari pada bersungguh-sungguh.

💖 Langkah keempat,
aku menemukan ayat al Qur’an yang mengatakan bahwa ALLAH MENCINTAI ORANG YANG BERBUAT BAIK. Batinku pun tersenyum getir sambil merenung penuh insaf, kebaikan apa yang sudah kulakukan? Aku masih punya malu untuk tidak mengaku-ngaku termasuk kelompok orang baik.

💖 Di saat itu aku berhenti merenung 😯💬. Aku takut kalau-kalau aku tidak menemukan di dalam diriku sifat yang membuat Allah cinta kepadaku.

🌷 Kemudian aku mencoba untuk membuka lembaran amal apa saja yang pernah aku lakukan? Namun, jangankan mendatangkan keoptimisan, telingaku memerah sendiri, keringat dingin mulai berkucuran, aku berusaha langsung melupakannya. Aku malu dengan diriku sendiri. Ternyata semuanya bercampur dengan kemalasan, kekurangan, cacat, belum lagi perbuatan yang semata-mata itu dosa dan maksiat.

💡 Ketika aku akan mengakhiri perenunganku, tiba-tiba tanganku membalik mushaf al Qur’an yang berada di pangkuanku.

💡 Saat itu mataku langsung tertuju kepada potongan ayat yang berbunyi:

إن الله يحب التوابين

“…..SESUNGGUHNYA ALLAH MENCINTAI ORANG ORANG YANG BERTAUBAT….” (al Baqarah: 222)

Seolah-olah aku merasa kalau ayat itu diturunkan kepadaku saat itu, untuk menghilangkan gundah di hatiku dan menimbulkan harapan kalau Allah juga cinta kepadaku.

Air mata haru tidak bisa terbendung dari mataku. Perasaan lembut menjalar dari hulu jantung sampai keseluruh pori-pori di tubuhku. Hatiku bergumam; ternyata aku juga dicintai Allah. Aku sampai terisak menahan haru.
😭😭😭

Aku pun mulai melantunkan kalimat istighfar:

أستغفر الله الذي لا اله الا هو الحي القيّوم وأتوب إليه

Aku minta ampun kepada Allah yang tiada tuhan selain Dia, yang Maha Hidup dan Maha Mengatur, dan aku bertaubat kepadaNya.

Aku betul-betul berharap, meskipun aku jauh dari empat kriteria sebelumnya, jangan sampai aku juga tersingkir dari kelompok orang terakhir ini. Orang yang bertaubat atas segala dosanya.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah kami termasuk orang yang mensucikan diri.

(Zulfi Akmal, Al-Azhar Kairo)

Terima kasih untuk kirimannya, Ibundaku tercinta.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s