Skip to content
Advertisements

Berikan cinta karena Allah, sebagai wujud syukur padaNya, bukan untuk dibalas manusia.

image

Kado Cinta Terakhir

Intisari-Online.com – Di sebuah ruang rumah sakit, ada seorang anak kecil yang sedang berdoa, “Tuhan, aku memiliki seorang teman yang botak. Ia sangat ingin memiliki rambut panjang sepertiku. Tuhan, ijinkan aku membantu temanku. Amin.”

Anak kecil itu sungguh bahagia ketika tiap pagi saat ia bangun tidur, didapatinya rambut-rambut panjang di bantalnya. Dia segera memungut helai-helai rambut itu dan menyimpannya pada sebuah kotak. Setiap hari berlalu seperti itu sampai kotak itu penuh dengan rambut.

Dengan sabar ia menjalin dan menata rambut itu lalu menempelkannya pada sebuah bando dengan pita pink. Dia pun menuju ke ruangan lain dan memberikan bando itu kepada temannya yang botak. “Lihat, kau sangat cantik. Sekarang kau memiliki rambut yang indah.”

Tidak lama kemudian, anak kecil pemberi bando tersebut meninggal dalam keadaan kepala tak berambut. Ya, anak kecil itu menderita kanker dan tidak bersedih hati ketika rambut-rambutnya mulai rontok. Ia justru bersyukur dengan adanya rambut-rambut yang rontok itu sehingga bisa memberi hadiah untuk temannya.

Hidup mati manusia tidak ada yang bisa memprediksi. Kita tidak bisa menjadwalkan sebuah kematian. Saat kita bisa hidup saat ini, maka berikanlah cinta yang kita miliki kepada orang-orang tersayang. Cinta yang ada di dalam hati kita saat ini adalah cinta terakhir karena nasib kita esok ada di tangan Tuhan.

Jangan pernah membendung cinta yang ada di dalam hati. Jangan pernah menunda untuk mengasihi orang lain. Saat kita mencintai maka kita akan dicintai. Saat kita mengasihi maka kita akan dikasihi. Saat kita memberikan hidup kita kepada Tuhan, maka Tuhan juga akan memberikan rahmatNya kepada kita. (SD)

💜💚💛💜💚💛💜💚💛

Cinta adalah salah satu karunia terbesar yang diberikan oleh Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Anak-anak adalah cerminan cinta, mereka selalu siap berbagi cinta dalam berbagai rupa bentuk. Berbagai hal terjadi dan seringkali menciptakan proteksi dan ketakutan untuk memberikan cinta.

Berikanlah cinta karena Allah, yang selalu membalas cinta, sebagai rasa terima kasih atas cintaNya. Tak perlu berharap balasan dari manusia karena manusia bukan Maha Pengasih, tak selalu mampu membalas. Dan tak perlu sakit hati, karena itulah manusia yang punya banyak sekali kekurangan.

Semoga Sang Pengasih dan Penyayang memberikan kita jalan dan kekuatan untuk menebar kasih di jalanNya, berbagi kebaikan, perhatian, pemikiran, harta dan apapun yang kita miliki sebagai wujud syukur atas cintaNya pada kita semua. Aamiin yra.

Nah… dalam skala 1-10 seberapa besar komitmen anda untuk memberi cinta tanpa kondisi hari ini dan selanjutnya?
Apa langkah pertama anda untuk memberi cinta tanpa kondisi hari ini?

Bismillah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: