Jadilah cahaya, bersinarlah dengan cahaya dari Sang Sumber Cahaya, menebar kebaikan dan kebenaran di dunia.

image

.
Sumber gambar: laman facebook Spirit Science.

Seorang profesor ateis berbicara dalam sebuah kelas.

Profesor: “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”  

Para mahasiswa: “Betul, Ia pencipta segalanya.”

Profesor: “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan.”

Semua terdiam, kesulitan menjawab hipotesis profesor itu. Suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa:  “Prof, saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?”

Profesor: “Pertanyaan macam apa itu. Tentu saja, dingin itu ada.”

Mahasiswa: “Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam, tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata ‘dingin’ untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Selanjutnya, apakah gelap itu ada?”

Profesor, “Tentu saja ada.”

Mahasiswa: “Anda salah, Prof. Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita dapat menggunakan prisma Newton untuk  mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tetapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata ‘gelap’ dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya. Jadi, apakah kejahatan itu ada?”

Profesor mulai bimbang, tetapi menjawab, “Tentu saja ada.”

Mahasiswa: “Sekali lagi Anda salah, Prof. Kejahatan itu tidak ada. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Seperti dingin dan gelap, ‘kejahatan’ adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Tuhan dalam dirinya.
Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dalam hati manusia.”

Profesor terdiam. Dan mahasiswa itu adalah :
💥Albert Einstein. 💥

Kiriman: Pak Kemal

🌷🌷🌷🌺🌺🌺🌷🌷🌷

Cahaya (An-Nūr):35 – Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Sapi Betina (Al-Baqarah):257 – Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Wanita (An-Nisā’):174 – Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).

Semoga kita selalu bisa menjadi manusia bercahaya, bersinar dengan cahaya Allah dalam kalbu. Aamiin yra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s