Menyebar berita yang belum tentu benar adalah tindakan jahil

image

Sumber: laman facebook Dr Billal Phillips.

Assalamamualaikum ww.

Sahabatku,
Pemilihan umum kali ini sangat luar biasa. Kedua capres mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat. Keduanya punya massa fanatik yang siap melakukan apapun untuk mempengaruhi semua orang untuk memilih capresnya. Sayangnya mereka tak hanya secara jujur mempromosikan kebaikan capresnya tapi juga gencar membuat berita bohong mengenai berbagai hal yang tujuannya meningkatkan elektabilitas capresnya.

Hal ini sangat berbahaya, dan sayang sekali kalau terjadi di bulan Ramadlan yang suci ini. Quran secara tegas melarang kita melakukan hal ini. Yuk kita tengok dua ayat yang menyinggung hal ini.

Surat Al Hujurat ayat 6:

يا أيها الذين آمنوا ان جاءكم فاسق بنباء فتبينوا أن تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا على ما فعلتم نادمين

Wahai orang-orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini akibat kejahilan kamu – sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu lakukan.                                                                                                               
Al Maidah ayat 8

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامينَ لِلَّهِ شُهَداءَ بِالْقِسْطِ وَ لا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلى أَلاَّ تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوى وَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبيرٌ بِما تَعْمَلُونَ (8)

Hai orang- orang beriman, hendaklah kamu jadi orang- orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Melalui kedua ayat ini Allah secara tegas memerintahkan kita untuk:
– menegakkan kebenaran
– meneliti kebenaran berita
– tidak menyebar berita yang belum terbukti kebenarannya
– menjadi saksi dengan adil
– berbuat adil dalam segala hal, termasuk kepada mereka yang dibenci
– bertakwa dengan keadilan dan kebenaran

Allah bahkan menyebutkan bahwa menyebarkan berita yang belum diselidiki kebenarannya adalah perilaku jahil dan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan pada suatu kaum. Allah juga mengingatkan bahwa hal ini dapat menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Dalam rangka mencari surga, marilah kita terus membangun ketakwaan melalui tindakan yang adil, benar dan baik, bersih dari tindakan jahil. Marilah kita bertaubat kalau kita sempat ikut menyebar berita yang belum diketahui kebenarannya, dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi.

Semoga semua upaya kita membangun takwa diridloiNya. Aamiin yra.

Terima kasih untuk Kang Abdi yang berbagi ayat di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s