Agenda Ramadan

image

Dalam rangka program 21 hari menjangkau surga yang pernah saya bahas sebelumnya, Capailah Tujuan Menjangkau Surga di Bulan Ramadan, saya menyusun sebuah agenda Ramadan. Satu untuk saya, satu untuk suami, dan satu untuk Hana. Agenda ini bertujuan untuk:
– mengingatkan saya apa saja kebiasaan-kebiasaan baru yang harus saya jalankan, dari kebiasaan ibadah, kebiasaan pembangunan karakter sampai kebiasaan sebagai orang tua.
– memantau prestasi dalam membangun kebiasaan-kebiasaan baru tersebut
– saling mengingatkan antar anggota keluarga
– mengevaluasi dan mengatur strategi untuk dapat terus meningkatkan prestasi pembangunan berbagai kebiasaan baru tersebut

Ada beberapa checklist pembangunan kebiasaan dan karakter yang ada dalam agenda ini, seperti yang menjadi ketentuan di program 21 Hari Menjangkau Surga yang diadakan Mbak Auk Murat, yaitu:

Ibadah:
– shalat wajib lengkap
– shalat sunnah rawatib lengkap
– shalat tarawih, tahajud, witir, dluha
– sedekah
– nasi bungkus untuk dhuafa
– kegiatan setelah ashar: baca Quran, tafakur dan istighfar

Kesehatan lahir batin:
– makanan dan minuman sesuai ketentuan (prinsip soul/slow food)
– olah raga
– tapping (Emotional Freedom Technique)

Pembangunan karakter:
– kendali pikiran, rasa dan tindakan
– kekuatan pribadi
– cinta pada diri sendiri
– love conditionally and unconditionally
– tak menghakimi
– kesabaran
– belajar dari berbagai jenis pesan
– preferensi

Hubungan dengan anak:
– kritik pada anak
– permisif pada anak
– berbagi pada anak dan pasangan

Setiap hari tabel ini mengingatkanku disiplin dan kebiasaan apa saja yang harus aku jalankan. Aku pun belajar mengatur waktu untuk bisa menjalankan berbagai hal yang ada dalam daftar tersebut.

Untuk ibadah wajib dan sunnah, memang sudah terbiasa. Kualitas dan tepat waktunya yang kali ini aku tingkatkan. Demikian juga makanan dan minuman. Pola makanku memang sudah vegetarian, tanpa gula pasir, tanpa dairy product, tanpa santan. Food combining mulai kukerjakan, dan alhamdulillah sukses. Ternyata bisa, as niat. Alhamdulillah suamiku pun bisa ikut menjalankannya.

Yang paling berat bagiku adalah pembangunan karakter. Entah kenapa ada saja yang “menantang.” Tidak apa. Justru dari berbagai tantangan inilah aku merasa tumbuh dan belajar. Yang penting kita berproses, kan.

Suami dan anakku sangat antusias mengisi agenda mereka. Ini kesempatan kami membangun disiplin shalat sunnah bagi Hana, anakku umur 7 tahun. Alhamdulillah Hana senang mulai rajin shalat dluha, tahajud dan tarawih. Tadi pagi ia menangis karena kemarin malam tertidur dan tak sempat shalat tahajud dan tarawih. Bukan karena dimarahi, tapi karena ia merasa standard nya sudah tinggi dan ia tak mencapai standard itu khusus satu hari ini. Aku pun tersenyum bahagia dan merangkulnya, “Jangan menangis, sekarang kita belajar bagaimana supaya ini tak terjadi lagi. Coba kita evaluasi…”

Alhamdulillah agenda ini efektif sekali bagi kami sekeluarga. Coba deh, siapa tahu bisa membawa manfaat juga nagi sahabat-sahabatku sekalian.

Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadlan. Semoga kita dapat memanfaatkan setiap detik dalam bulan ini untuk mencari ridloNya, menggapai Surga FirdausNya. Aamiin yra.

2 thoughts on “Agenda Ramadan

  1. Pingback: Catatan haji 14: membangun kebiasaan Muslim yang baik, optimalkan waktu mencapai target hidup | Indira Abidin's Blog

  2. Pingback: Ramadan: momentum emas membangun keimanan keluarga. Sudahkah kita manfaatkan? | Indira Abidin's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s