NikmatNya yang mana yang hendak kita dustakan?

image

Gambar: dari facebook page Dr Billal Phillips.

Assalamualaikum ww sahabat bloggers,

Dalam bulan Ramadlan ini kita banyak sekali disirami berbagai kisah, pesan dan kutipan mengenai betapa besar karunia Allah swt bagi kita semua hambaNya. Salah satu yang kuterima hari ini adalah sepenggal kisah Nabi Daud dari Kang Abdi yang berbagi tausiyah pembuka puasanya.
Saya share di sini, semoga bermanfaat ya.

👑👑👑🎀🎀🎀

Suatu saat Nabi Daud berdoa dan bertanya kepada Allah tentang siapa yang akan menjadi tetangganya di surga. Allah berfirman “orang yang pertama engkau temui hari ini.” Nabi Daud dalam perjalanannya ke hutan berjumpa dengan seorang tukang kayu yang baru saja mengumpulkan kayu bakar untuk dijual ke pasar. Nabi berpikir apa benar sang tukang kayu ini yang akan menjadi tetangganya di Surga.

Beliau meminta izin bertandang ke rumahnya untuk mengetahui lebih lanjut. Sang tukang kayu menyanggupi namun memohon maaf untuk pergi dahulu menjual kayunya ke pasar. Uang penjualannya ia belikan terigu yang selanjutnya ia bakar di rumah untuk menjadi roti yang siap dihidangkan kepada Nabi Daud AS.

Sebelum mereka mulai makan, sang tukang kayu berdoa dan bersyukur kepada Allah.
Ya Allah, terima kasih atas alam semesta yang telah Engkau ciptakan. Hamba bersyukur di dunia yang jadi bagian alam semesta itu Kau tumbuhkan hutan dan pepohonan.
Aku bersukur karena Engkau ciptakan matahari yang mengeringkan pohon yang kutebang itu.
Aku berterima kasih Kau beri aku kesehatan dan kekuatan badan untuk menyiapkan dan membawa kayu bakar itu dari hutan ke pasar.
Aku syukuri adanya makhlukMu yang lain yang menjadi pembeli kayu bakarku.
Aku berterima kasih atas rezekiMu dengan adanya uang dari pembeliku untuk membeli tepung terigu.
Aku bersyukur Kau beri aku tangan yang dapat membuat terigu itu menjadi roti. Dan, ya Allah, terima kasih atas jari-jariku yang Kau ciptakan sehingga aku dapat menjemput makanan dengannya dan memasukkannya ke mulutku. Lalu baru ia mulai makan rotinya.

Melihat itu, Nabi Daud berdiri, menghampiri dan memeluk sang tukang kayu, lalu berkata, Subhanallah. Sekarang aku mengerti mengapa Allah menjadikanmu tetangga dan sahabatku di Surga.

Kawan, “maka ni’mat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

Wassalam,
Abdi

👑👑👑🎀🎀🎀

Nah, Allah sangat mencintai hambaNya yang pandai bersyukur, yang dapat menyadaria betapa kayanya kita dengan semua yang kita miliki yang sering kita anggap remeh. Dari udara yang kita hirup sampai jari jemari yang membuat kita dapat mengerjakan segala sesuatu.

Semoga bulan Ramadlan ini dapat menjadi momentum bagi kita untuk terus mengasah kemampuan kita bersyukur padaNya, dan semoga kemampuan ini mendapat ridloNya dan membawa kita ke dalam Surga Firdaus. Aamiin YRA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s