Benar-benar hidupkah kita?

image

Gambar: dari facebook page SAUJANA

Sahabatku,

Sesungguhnya apakah kita hidup? Atau jangan-jangan kita adalah mayat berjalan yang tak lagi punya kehidupan?

Dalam skala 1-10 berapa besar komitmen kita mensyukuri dan membangun kehidupan sebagai wakilNya di bumi?

💚 Sudahkah kita bersyukur dan mengucap alhamdulillah setiap kita bangun tidur dan beraktivitas?
💔Atau malah mengeluh karena terasa berat sekali hidup di dunia?

💚 Sudahkah kita memujiNya dalam setiap tarikan nafas kita?
💔 Ataukah kita lebih banyak merasa kesal karena hidup tidak adil?

💚 Mampukah kita melihat kesempatan di balik setiap hal dan mensyukuri bencana yang diberikanNya?
💔 Atau malah bertanya, kenapa saya mendapat cobaan seberat ini, sementara orang-orang kaya itu enak-enak saja hidupnya?

💚 Sudahkah kita memaafkan setiap kejahatan dan kedzaliman yang kita alami dan mensyukurinya karena kita bisa belajar lebih banyak menjadi bijaksana?
💔 Atau kita lebih sibuk mencari cara membalas dendam?

💚 Mampukah kita bermimpi besar membangun dunia dan yakin bahwa Allah tak ada batasnya? Baginya tak ada yang tak mungkin. Kita adalah makhluk yang paling mulia, wakilNya di dunia, diberi potensi yang sangat besar.
💔 Atau kita lebih banyak pesimis dan merasa tak yakin dengan kemampuan kita? Mimpi? Sudahlah, nanti malah kecewa.

💚 Sudahkah kita mensyukuri semua rizki yang kita terima?
💔 Atau kita lebih banyak merasa iri dengan apa yang orang lain punya?

💚 Mampukah kita mencari cara untuk selalu memberi?
💔 Jangan-jangan kita lebih banyak berfikir bagaimana bisa mengakali orang lain atau sistem untuk bisa mendapat lebih banyak dari hak kita?

💚 Apakah kita berkata, “Rizki yang halal dan baik juga banyak kok. Jangan sentuh yang lain deh, takut nggak berkah.”
💔 Atau, “Yang haram aja susah, gimana mau cari yang halal?”

💚 Sudahkah kita menutup aib orang lain setiap ada pergunjingan?
💔 Atau kita asyik menikmatinya? Gossip memang asik, membuktikan kita lebih baik dari mereka, bukan?

💚 Sudahkah kita memperhatikan semua kata-kata kita dan hanya mengeluarkan kata-kata positif, memotivasi dan menginspirasi?
💔 Atau kita tidak peduli? Emang gw pikirin? Mereka memang menjengkelkan, banyak banget aturan.

💚 Sudahkah kita berprinsip kerja untuk hidup, makan pun untuk hidup, untuk bisa menciptakan sesuatu dengan passion, meninggalkan amal jariah yang membawa kebaikan sampai akhir zaman?
💔 Atau kita menikmati hidup untuk kerja dan hidup untuk makan? Yes, kapan lagi? Ganyang saja. Mumpung bisa makan enak. Amal jariah untuk dikenang sampai akhir zaman? Cmon deh, yang penting bisa makan dulu sekarang.

💚 Sudahkah kita memprioritaskan ibadah, karena memang kita diciptakan hanya untuk beribadah? Pada saatnya nanti ibadah kita akan ditanya oleh Sang Pencipta.
💔 Atau kita terlalu sibuk menjalani hidup sehingga lupa beribadah? Shalat? Nggak sempat, meeting terus nih, ngurus anak repot, belum urus suami.

💚 Sudahkah kita secara sadar menjadi wakilNya membawa berkah bagi semesta?
💔 Atau kita ingin menikmati hidup yang cuma sekali? Party dulu yang penting, hidup cuma sekali, kita harus mencoba semua nikmat dunia..

Sekali lagi..
Dalam skala 1-10 berapa besar komitmen kita mensyukuri dan membangun kehidupan sebagai wakilNya di bumi?

🎀🎀 Apa yang dapat kita lakukan Ramadlan ini untuk meningkatkan skala komitmen kita di atas, minimal 1 poin saja?
🎀🎀 Kalau Allah mendadak sontak mengubah kita menjadi manusia yang punya komitmen 10 atau bahkan 11 untuk menjadi wakilNya di bumi, apa yang akan kita lakukan?

Semoga bermanfaat dan semoga kita semua dikumpulkan dalam Surga FirdausNya nanti. Aamiin YRA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s