Sukses Ramadlan1: sehat dengan cerdas emosi

image

Sahabat blog tercinta,

Rasulullah saw pernah mengingatkan bahwa ada segumpal daging dalam tubuh kita yang mempengaruhi kebaikan seluruh tubuh kita. Kalau ia baik, baik pula seluruh tubuh kita, dan kalau ia buruk, buruk pula seluruh tubuh kita. Daging inilah hati kita.

Kita terbiasa berfikir bahwa rasa marah, iri, khawatir, jengkel, dan ketakutan akan mempengaruhi jiwa kita. Jarang ada yang menyadari bahwa sesungguhnya ia juga merusak badan – tubuh kita – secara fisik. Rasa adalah wujud dari pikiran. Pada saat kita berfikir bahwa apa yang terjadi pada kita tak dapat kita terima, mulailah pikiran tersebut mewujudkan diri menjadi marah, takut, khawatir dan lain-lain.

Tubuh – jiwa – otak sesungguhnya adalah satu kesatuan, maka gangguan dalam satu hal akan menimbulkan gangguan dalam hal lainnya. Pikiran yang negatif, yang mewujud dalam bentuk rasa yang negatif, seperti marah dan kawan-kawannya, ternyata menghambat perputaran energi dalam tubuh kita. Hambatan ini juga menciptakan kondisi tubuh yang asam Hambatan energi dan keasaman tubuh inilah yang kemudian menciptakan penyakit di organ di mana ia terhambat.

Gambar di atas menggambarkan jenis perasaan negatif dan penyakit yang ditimbulkannya. Nah jadi hati-hati dengan pikiran. Berpikirlah dengan positif, ciptakan rasa yang positif, dan tubuh kita pun akan menjadi sehat lahir batin. Dan inilah yang disebut Rasulullah sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan pengampunan Allah, kembali ke fitrah secara pikiran.

Untuk mengatasi hal ini Allah sudah mengingatkan untuk mencari pertolongan melalui sabar dan shalat.

Sabar: kalau ada hal-hal yang mencetus pikiran dan rasa yang negatif kebiasaan sabar akan membuat pikiran kita kembali positif, mengembalikan prasangka/asumsi buruk menjadi baik.

Shalat: adalah kesempatan untuk menarik nafas panjang, menyerahkan semua keluh kesah kepada Allah swt. Dua hal inilah yang akan terus membantu kita untuk terus berfikir.

Dzikir: ingatlah namaNya karena hanya dengan mengingatNya hati kita akan menjadi tenang. Sabar dan shalat akan lebih mudah dijalankan untuk menolong kita. Sebutlah Subhanallah, Alhamdulillah atau Allahu akbar dalam setiap tarikan dan helaan nafas.

Inilah salah satu aspek penting dalam “kurikulum” bulan Ramadlan:
body: tubuh diistirahatkan untuk mengembalikan posisi sel ke kondisi awal.
mind: menjaga pikiran positif untuk menciptakan rasa yang positif.
soul:  mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah.

Semoga dengan menjalani kurikulum ini secara utuh kita dapat benar-benar mendapatkan ridloNya untuk menjangkau surga. Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s