Skip to content
Advertisements

Masuki Ramadlan dengan hati, fikir dan sikap yang suci

Gambar: dari facebook page Regina Kuntjoro Jakti

Memasuki bulan suci Ramadlan, sudah bersuci belum? Yuk bebersih yuk. Jaga hati, jaga fikir, jaga sikap, semoga body-soul-mind kita suci dan selalu disucikan. Aamiin yra.

Nah untuk selalu menjaga kesucian sikap, hati dan fikiran ini kita simak pesan Bang Bonar yuk.
Selamat menikmati yang dibawah ini. Semoga bermanfaat ya.

💚💛💜

Bulan Ramadhan, bulan yang suci penuh baraqah, pada hakikatnya merupakan bulan pelatihan dan pensucian diri, karena:
 

|•| Ramadlan adalah kesempatan emas untuk memperoleh ampunanNya melalui peningkatan iman dan amal shaleh.
 

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal shaleh, bahwa untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. [Al-Maaidah 9].
 

|•| Merupakan kesempatan emas untuk berlatih diri dalam meningkatkan Amal Shaleh:
 
• Melatih kesabaran.
• Menahan amarah.
• Menjauhi dusta.
• Menjaga nafsu dan emosi.
• Meninggalkan sifat iri, dengki, berprasangka, bergunjing serta penyakit hati lainnya.
• Mengerjakan kebajikan lainnya, diantaranya membaca dan memahami Al-Quran, bersedekah dan shalat sunnah.
 

|•| Merupakan kesempatan emas untuk bertaubat dengan sebenar-benarnya.
 

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu”. [At-Tahrim 8].
 

Pintu taubat selalu terbuka bagi mereka yang menyadari akan kesalahan dan kekhilafannya melalui taubatan nasuha, yakni bertaubat secara benar serta kembali mengikuti semua perintahNya yang termaktub dalam Al-Quran, dan tidak lagi menjalani segala perbuatan yang dilarangNya.
 

“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya”. [At-Taubah 104].
 

“Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya”. [Asy-Syuuraa 25].
 

Tiadalah kata terlambat, sebab itu bersegeralah bertaubat selagi masih ada waktu dan kesempatan.
 

“Hai hamba-hambaKu yang berdosa terhadap jiwanya sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa”. [Al-Zumar 53].
 

Semoga renungan ini dapat menambah motivasi diri dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, serta lebih memaknai hakikat dari puasa itu sendiri. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].
 

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: