Sabar dan menahan marah itu sehat dan berkah

Peace is better than being right. Image from the facebook page of “The Mind Unleashed.” – at Prodia

View on Path

Sahabat blogger,

Pernah dengar ada yang bilang seperti inikah?
“Jelas saya marah, dia begitu menyebalkan, sikapnya tidak bisa diterima.”
“Dia benar-benar bikin saya marah hari ini.”

Marilah kita fikirkan, apakah benar kita “harus marah” kalau ada yang “bikin marah” dalam hidup kita?

Sebenarnya ada proses tertentu dalam diri kita yang membuat kita bereaksi. Bisa jadi kita merasa harga diri direndahkan, merasa dikecilkan, merasa “tidak dianggap” dan lain-lain. Nah marilah kita refleksi diri, kenapa kita bisa berfikir seperti itu? Apakah kita merasa diri kecil dan tindakan seseorang mengingatkan diri kita akan hal itu?

Mereka yang besar jiwanya tak akan mudah membiarkan diri menjadi marah. Kemarahan tak menyelesaikan masalah dan tak membuat harga diri kita meningkat.

Quran mengajarkan kita untuk dapat menahan amarah dan meningkatkan kesabaran, karena semua itu lebih menguntungkan dan membawa kebaikan.

“Orang-orang yang menahan Amarahnya dan memaafkan kesalahan orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. [Ali-Imran 134].
 

Rasulullah saw pun mengingatkan bahwa amarah adalah alat iblis untuk menggoda manusia melakukan hal-hal yang tidak baik. Pada saat kemarahan mereda, banyak orang yang kemudian menyesal dan berharap apa yang dikatakan atau dilakukan tidak pernah terjadi. Maka Allah katakan dalam Quran:

“Orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”. [Asy-Syura 43].
  

 

Allah juga mengatakan bahwa maaf kita bisa membawa ampunanNya dan mendekatkan kita pada kondisi taqwa, yang insya Allah membawa kita ke surga.

“Pemaafan kamu itu lebih dekat kepada taqwa”. [Al-Baqarah 237].
 

Bagi kesehatan kita, marah berdampak buruk. Emosi negatif ini identik dengan kondisi stress, akan menimbulkan berbagai sumbatan energi, menghambat kerja otak kreatif, meningkatkan produksi adrenalin dan meningkatkan tensi darah. Adrenalin yang terus menerus tinggi akan mencegah kerja tubuh mereparasi berbagai kerusakan dan membangun imunitas tubuh. Kalau ini terjadi terus berbagai penyakit akan muncul, termasuk kanker.

Maka Allah pun mengingatkan kita untuk selalu memaafkan. Memaafkan akan membebaskan diri kita dari sumbatan energi negatif ini, memungkinkan proses reparasi sel dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Dalam Quran Allah sebutkan:

“Maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. [Al-Maaidah 13].

“Apabila mereka marah mereka memberi maaf”. [Asy-Syura 37].
 

“Maafkanlah mereka dengan cara yang baik”. [Al-Hijr 85].
 

“Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka Pahalanya atas tanggungan Allah”. [Asy-Syura 40].
 

Nah… kurang apa lagi, banyak sekali ayat yang memerintahkan kita untuk menahan marah. Bahkan pahalanya dijamin akan ditanggung oleh Allah.

Sebagai manusia kita tentu banyak berbuat kesalahan. Tentu kita ingin Allah maafkan dan ampuni semua dosa dan kesalahan kita. Nah itulah sebabnya Allah perintahkan kita untuk memaafkan orang lain yang akan mendatangkan maaf Allah.

“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?”. [An Nuur 22].
 

“Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan, atau memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa”. [An-Nisaa 149].
 

“Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan Pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. [An-Nahl 96].
 
 

“Sesungguhnya Rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. [Al-A’raaf 56].
 

Seperti yang Allah katakan, hidup ini adalah permainan yang Allah ciptakan untuk kita. Orang yang membuat kita marah ibarat lubang atau halang rintang yang harus kita lalui. Kalau kita lalui dengan maaf, besar hati dan lapang jiwa, sesuai “petunjuk permainan” dalam Quran, kita akan mendapatkan “ponten” atau nilai pahala yang kalau cukup kita kumpulkan akan membawa surga.
 

“Barang siapa yang mengikut Petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa berpaling dari Peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta”. [Thaahaa 123-124]. 
 

Ada yang menyebalkan dan membuat kita ingin marah? Wah, selamat.. ada kesempatan mengumpulkan pahala dengan memaafkan.

Semoga Allah ridloi kita masuk dalam Surga FirdausNya, berbekal pahala yang terkumpul dari setiap maaf yang kita berikan. Aamiin yra.

 

One thought on “Sabar dan menahan marah itu sehat dan berkah

  1. Pingback: Catatan haji 14: membangun kebiasaan Muslim yang baik, optimalkan waktu mencapai target hidup | Indira Abidin's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s