Shalat dan efektifitas kerja

image

Sahabat blog sekalian,

Di bawah ini adalah tulisan dari Dr Haidar Bagir yang disampaikan oleh sahabat saya Pak Syafiq Basri. Semoga bermanfaat ya..

Ustadz Haidar adalah pendiri Mizan dan sekolah Lazuardi.  Insinyur ITB ini lulusan S2 filsafat UIN, dan PhD dari Harvard. Ia banyak menulis ttg tasawuf alias sufism.

Haidar Bagir Notes.

Orang yang melakukan beberapa pekerjaan sekaligus menyebabkan  hasil pekerjaannya tak maksimal dan juga menyebabkan penurunan kemampuan otak.

Kesimpulannya, melakukan suatu pekerjaan dalam satu waktu (one at a time) adalah yang paling baik. Dan, persis, inilah thuma’nînah.

Shalat, yang dilakukan dengan benar dan teratur, sudah tentu mengajarkan dan membiasakan
pelakunya untuk memiliki habit thuma’nînah.

Seorang pengusaha, atau karyawan, yang terbiasa melakukan pekerjaan secara thuma’nînah akan dapat memaksimalkan hasil pekerjaannya.

Bersikap terburu-buru tak hanya mengakibatkan hasil pekerjaan tak maksimal, juga menimbulkan tekanan dan ketegangan yang tidak perlu.

Meditasi rutin di sela-sela waktu bahkan diyakini diperlukan bagi siapa saja. Sebagian orang menyebutnya sebagai “zero mind process”.

Kebiasaan ini mampu menenangkan pikiran sehingga siap untuk kembali bekerja dgn kekuatan penuh, dan memunculkan pikiran-pikiran kreatif.

Tanpa semacam meditasi, kecenderungan kemampuan. otak dalam memproses pekerjaan akan secara alami menurun sepanjang hari.

Shalat dapat dilakukan di sela rutinitas kita sehari-hari dengan beberapa jeda. Dalam jam kerja normal, kita dapat melaksanakan shalat zuhur dan asar.

Bukan saja shalat wajib lima waktu, termasuk juga waktu-waktu shalat yang hanya mungkin ditepati jika seseorang memiliki komitmen yang kuat.

Yang paling menonjol di antaranya yaitu shalat tahajud di tengah malam dan shalat subuh.

Jangka-waktunya yang singkat dan di ujung waktu-waktu tidur mengharuskan kita untuk bangkit justru pada saat kita paling tak ingin melakukannya.

Khusus berkaitan dengan shalat subuh ini, kita juga perlu ingat pepatah: “early birds get the most”, “yang paling pagi dapat yang paling banyak”.

Waktu pagi adalah saat-saat yang di mana pikiran kita paling segar, dan kita juga paling efektif melakukan pekerjaan pada masa-masa ini.

💚💛💜

Semoga kita semua selalu dapat memanfaatkan celah-celah waktu yang Allah berikan untuk kita menggapai nikmatNya. Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s