Sudah sejauh apa kita membangun rumah di surga?

In the scale of 1 to 10 how focused are you in building your home in paradise? – at Siraj&Indhie’s Home

View on Path

Sahabat blog sekalian,

Di dunia ini tak ada hal yang pasti. Semua ditentukan olehNya, sehingga tak ada yang dapat kita pastikan hasilnya, kecuali dalam satu hal: bahwa semua makhluk pasti akan mati di suatu waktu yang Allah rahasiakan.

Kita tak pernah tahu kapan kita dipanggil, agar kita selalu siapkan diri untuk dipanggil. Setiap detik panggilan itu dapat terjadi. Maka pertanyaan berikutnya, sejauh apa kesiapan kita dipanggil olehNya? Kalau kita mau ke luar negeri tentu kita akan siapkan di mana kita akan menginap. Sudahkah kita siapkan rumah kita di akhirat?

Yuk simak pesan Bang BRH mengenai hal ini yuk:


Siapkan bekal untuk negeri akhirat

“Bila kita menyiapkan bekal untuk pergi ke negeri orang, apakah kita sudah menyiapkannya untuk pergi ke negeri akhirat?” [BRH-2010].

Rumah megah yang dimiliki di dunia tak ubahnya seperti sebuah gubuk penunggu sawah, karena suatu saat nanti pasti harus ditinggalkan.

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang kekal” [Al-Mumin 39].

Berbahagialah mereka yang ber-Iman pada kehidupan akhirat, karena mereka bercocok tanam dengan melakukan amal yang shaleh, sehingga peristiwa kematian itu layaknya seperti kenikmatan menjelang masa panen.

“Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh kelak akan kami masukkan kedalam surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya” [An-Nisaa 122].

Siapa yang menanam kebajikan di dunia akan panen kebajikan di akhirat, namun siapa yang menanam keburukan akan panen kesengsaraan.

“Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang ber-Iman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar” [Fathir 7].

Kematian bagi sebagian orang adalah hal yang menakutkan dan tabu untuk dibicarakan, padahal kematian adalah sebuah keniscayaan dan kemutlakan.

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula” [Az-Zumar 30].

“Setiap umat mempunyai batas waktu” [Al-A’raaf 34].

Kematian akan terasa indah bila waktu di dunia beriman kepada Al-Quran, sebab itu banyak yang menyesal karena telah ingkar terhadap ayat-ayatNya.

“Orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Al-Quran, seringkali nanti di-akhirat menginginkan kiranya mereka dahulu di dunia menjadi orang-orang yang beriman” [Al-Hijr 2].

“Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir di akhirat” [Al-Haaqqah 50].

Semoga kita semua selalu sibuk dalam menyiapkan bekal untuk kehidupan kita selanjutnya. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

Selamat beribadah dan selamat menyongsong Ramadlan, saat paling tepat membangun rumah di surga.
Semoga Allah ridloi bagi kita rumah yang indah dalam Surga Firdaus Nya. Aamiin yra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s