Kisah Nabi Yusuf 9 – Keruntuhan Kuil Amun

Simpanan gandum di kuil Amun mulai habis namun para biarawan tak bersedia membayar gandum dengan harga tiga kali lipat lebih mahal dari yang lainnya. Mereka mencoba bernegosiasi dengan Akhnatun namun Akhnatun menyerahkan semua urusan ini kepada Yusuf. Akhirnya para biarawan pun mengancam untuk mengimpor gandum dari negara lain. Mereka mencari gandum ke mana-mana dan mencoba bernegosiasi melalui Ibu suri. Tak ada yang berhasil. Satu hal yang tak mereka ketahui sebelumnya adalah bahwa paceklik terjadi di semua negri lain.

Anekmaho tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas kemenangan. Yusuf. Kemenangan yang didapat tanpa pasukan, tanpa pertumpahan darah, tanpa menghukum siapapun. Kemenangan yang berkelanjutan bukan tak mungkin didasari oleh kebenaran yang sesungguhnya.

Akhirnya mereka terpaksa mengorbankan emas perak simpanan kuil untuk membeli gandum. Mereka tak mau kehilangan kehormatan karena tak mampu menyediakan makanan gratis bagi sisa-sisa pengikut setianya. Memang hal inilah yang menjadi tujuan Nabi Yusuf as dan Akhnatun karena kuil Amun merasa kuat dengan adanya kekayaan yang tak pernah dapat disentuh istana dan tak pernah dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Mesir ataupun pengikutnya.

Ketika suatu hari Yusuf mendengar mereka mengatakan harta mereka mulai habis. Yusuf langsung memberi tahu raja bahwa waktu yang ditunggu-tunggu raja untuk menghancurkan kemusyrikan telah tiba.

Mendengar laporan Yusuf Akhnatun memerintahkan Horenhop, komandan istana, untuk mengumumkan bahwa Mesir telah menjadi negara tauhid, semua rakyat harus menyembah Allah yang Satu, yang mereka namakan Atun, dan penyembah Amun akan dihukum. Horenhop juga diperintahkan menduduki kuil Amun.

Firaun yang berhati halus ini khawatir akan terjadi pertumpahan darah. Yusuf pun menghiburnya. “Memang seringkali terjadi pertumpahan darah menuju keimanan, membersihkan jiwa yang kotor dan menuntun pada kedamaian,” kata Yusuf menenangkan Akhnatun.

Rakyat yang tadinya miskin dan telah manikmati pemerataan kesejahteraan menyambut gembira pengumuman ini. Amenhotep dan para biarawan Amun sangat berang. Badu Amun, panglima perang kuil, menyerang lumbung untuk merampas gandum. Rencana penyerangan ini sempat tercium Mimisabu dan digagalkan Yusuf.

Penaklukan Kuil Amun

Badu Amun menggalang kekuatan dari penduduk yang lalu lalang di depan kuil untuk membantunya mempertahankan kuil. Hal ini tak mudah karena penduduk banyak yang membenci biarawan kuil.
Horenhop menyerang kuil Amun dan berhasil mengalahkan Badu Amun. Tak ada perlawanan yang berarti sehingga Yusuf pun dapat masuk dengan mudah.

Ketika Yusuf tak dapat menemukan patung Amun Anekmaho menyatakan bahwa Amun telah naik ke langit. Ternyata patung Amun disembunyikan di bawah tanah. Para biarawan pun dipermalukan oleh ulah kebohongan mereka sendiri.

Dengan digiringnya para biarawan ke penjara habislah sudah penyembahan pada dewa-dewa. Sejarah mencatat peristiwa ini sebagai transformasi keagamaan di masa Akhnatun.

Bersambung…

3 thoughts on “Kisah Nabi Yusuf 9 – Keruntuhan Kuil Amun

  1. Bu Indira,
    Gaya cerita dan alurnya mudah dipahami sehingga menjadi menarik. Saya sering nongol untuk lihat apa sudah ada kelanjutannya terus. Ceritanya jadi penasaran.

    Kami menunggu seri lanjutan Nabi Yusuf AS ini ya Bu.

    Semoga tetap semangat dan mendapat berkah Allah. Amin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s