Kisah Nabi Yusuf 7 – Turunnya pamor biarawan Amun dan menikahnya Yusuf as

Pamor biarawan Amun makin mundur

Anekmaho yang tadinya menghina takwil mimpi Yusuf dan tak mau percaya bahwa akan ada tujuh tahun paceklik kecewa melihat dukungan rakyat pada Yusuf. Ia pun akhirnya perlahan-lahan mengantisipasi kalau saja takwil tersebut benar. Perlahan-lahan ia mengakui keunggulan dan kemenangan Yusuf.

Anekmaho memerintahkan seluruh kuil Amun di Mesir untuk membuat lumbung sendiri dan menghasut penduduk untuk mengumpulkan gandum di kuil Amun dan tidak membayar pajak. Gandum yang mereka kumpulkan adalah gandum tak bertangkai. Mereka memaki Yusuf di mana pun mereka berada karena mengumpulkan gandum bertangkai.

Setelah lima tahun disimpan gandum-gandum tersebut rusak. Lumbung penyimpanan padi para biarawan penuh gandum busuk dan tikus. Mereka diam-diam membuang semua simpanan gandumnya ke sungai di malam hari. Sayang rencan tersebut tercium pihak kerajaan dan Horenhop, pengawal setia raja, menemukan mereka. Biarawan kuil Amun pun tertangkap tangan sedang membuang gandum rusak.

Raja sangat marah. Hal ini dianggap pengkhianatan kuil pada upaya bersama sluruh masyarakat untuk menyelamatkan negara di saat paceklik nanti, masyarakat pun melaknat biarawan kuil. Para biarawan pun mencari tahu apakah gandum yang disimpan Yusuf ikut rusak. Ternyata tidak. Yusuf pun mengatakan inilah bukti kebenaran ilmu yang diwahyukan Allah swt, agar menyimpan gandum beserta tangkainya. Hal yang telah menjadi bahkan bagi biarawan kuil Amun untuk menghina Yuzarsif ternyata adalah kunci kemenangan Yusuf. Ternyata memang menyimpan gandum selama tujuh tahun harus dengan tangkainya untuk mencegah kerusakan gandum. Mereka baru melihat bukti dari keunggulan ilmu Nabi Yusuf as. Tapi terlambat, gandum sudah rusak, masyarakat Mesir sudah membenci mereka.
Kekalahan telak bagi pihak Kuil Amun.

Yusuf menikah

Di saat Yusuf menjalankan tugas berkeliling penjuru negeri Mesir melihat perkembangan programnya Raja Akhnatun memanggilnya untuk menikahkannya dengan Assinat, seorang gadis cantik beragama tauhid, putri seorang pemuka agama tauhid pula.

Yusuf pun sangat bahagia. Mereka dikaruniai dua orang anak. Kepada Assinat Yusuf menumpahkan suka dukanya, termasuk kerinduannya pada Nabi Yakub as ayahnya. Saat Assinat hendak melahirkan putri pertama Yusuf sangat khawatir mengingat ibunda Rahil yang berpulang setelah melahirkan Bunyamin adiknya. Yusuf berdoa, bersujud dan memegang kalungnya. Ia berkata pada Malik bahwa dalam kalungnya itu ada nama Ahmad, seorang Nabi dan rasul terakhir yang dijanjikan Allah bagi seluruh umat manusia. Mengingat hal itu membuat Yusuf merasa tenang.

Di tengah kebahagiaannya ada hal aneh terjadi. Yusuf berkali-kali bermimpi dipanggil seorang perempuan berkerudung dalam gelap yang tak nampak mukanya. Yusuf pun sangat heran dan risau. Ia yakin ada seseorang yang membutuhkan bantuannya namun ia tak tahu siapa orang ini. Assinat pun menghiburnya. Pasti ada maksud Allah menutup muka orang ini. Kalau tiba saatnya pasti Allah akan menuntun Yusuf menuju orang ini.

Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s