Pesta malam tahun baru

Sahabat blogku,

Mohon maaf pesan ini sudah disampaikan sebelum tahun baru tapi baru sempat saya buka setelahnya. Tidak apa-apa, semoga bisa berlaku pula untuk berbagai hal lain ya.
Semoga bermanfaat…

Sahabat-sahabat,

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2013. Nanti malam adalah malam pergantian tahun dan berdasarkan kebiasaan banyak orang yang merayakan malam tersebut.

Di Jakarta diadakan Jakarta Night Festival dengan menutup ruas jalan Sudirman dan Thamrin. Di hotel-hotel banyak diadakan acara perayaan pergantian tahun. Di beberapa kampung juga diadakan dengan kembang api atau jagung bakar.

Beberapa sahabat bertanya kepada saya, apakah boleh seorang muslim merayakan malam pergantian tahun?

Dengan ilmu yang sedikit, saya akan coba menjelaskan.

Pada dasarnya, Islam hanya mempunyai dua hari perayaan yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:
“Dulu kalian memiliki dua hari untuk bersenang-senang di dalamnya, sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha” (HR Nasa’I).

Berdasarkan hadits diatas, jelas bagi seorang muslim hanya ada dua hari istimewa sehingga malamnya pun menjadi malam yang istimewa, yaitu malam takbiran. Dimana pada malam itu diisi dengan takbir memuji kebesaran Allah.

Perayaan tahun baru Masehi jelas bukan ajaran Islam, bahkan perayaan tahun baru Hijriyah saja tidak pernah dilakukan oleh ‘sahabat-sahabat awal’ Rasulullah, karena penetapan tahun baru Hijriyah baru dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khattab.

Beberapa hal yang menyebabkan perayaan malam tahun baru Masehi menjadi perayaan yang buruk bagi seorang muslim, apabila diisi dengan:

(1) Pemborosan, seperti pesta-pesta, makan-makan dihotel mewah, pesta kembang api.
Pemborosan adalah sifat setan, “dan janganlah kamu menghambur2kan (hartamu) secara boros, Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan” (Al Isra’ : 26-27).

(2) Maksiat dan dosa besar, seperti pesta sex, memakai pakaian yang tidak menutup aurat, minum-minuman keras, berduaan dengan lawan jenis, berzina. Firman Allah: “dan janganlah kau dekati zina…” (Al Isra’ : 32).

(3) Lupa Sholat, hal ini bisa terjadi karena banyak orang begadang sejak sore hingga pagi, sehingga mereka meninggalkan sholat sejak ashar hingga subuh. Bila itu yang terjadi, maka patutlah orang-orang tersebut disebut telah menjadi kafir pada saat itu.

Sabda Rasulullah:
“Janji setia diantara kami dengan mereka adalah sholat, barangsiapa meninggalkan sholat maka dia adalah kafir” (HR Nasa’i).

(4) Mengganggu orang lain.
Dalam hal ini banyak perayaan yang dilakukan di daerah pemukiman dengan menutup jalan, musik yang hingar bingar, suara-suara yang menganggu.

Rasulullah bersabda:
“Seorang muslim adalah seorang yang menjada lisan dan tangannya dari mengganggu orang lain” (HR Bukhari & Muslim).

Keempat hal diatas bukan saja dilarang pada malam perayaan tahun baru, tapi dilarang pada setiap keadaan. Lalu, apakah lantas melakukan perayaan tahun baru diperbolehkan bagi seorang muslim?

Mari perhatikan firman Allah di surat Al Furqaan mulai ayat 63, bahwa yang termasuk hamba-hamba Allah:
” Dan apabila orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan  yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (Al Furqaan : 72).

Dari ayat diatas jelas bahwa sebagai hamba Allah kita diharuskan untuk mengindari perbuatan-perbuatan yang tak berguna karena itu bisa menjaga kehormatan diri kita.

Mari juga kita perhatikan surat yang sejak kecil kita hafal yaitu surat Al ‘Ashr:
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal sholeh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran”

Berdasarkan penjelasan diatas, semua kembali kepada niat kita. Apakah kita akan merayakan tahun baru Masehi atau tidak. Kalau kita ingin merayakan penggantian tahun dikarenakan kita hidup di zaman ini dan menjadi bagian dari kalender masehi, maka hal-hal yang dilarang Allah dan Rasulnya dan yang bersifat buruk sebaiknya dihindarkan. Tapi kalau kita lebih memilih untuk tidak merayakan karena khawatir akan terjerumus pada hal-hal yang dilarang Allah, itu jauh lebih baik untuk aqidah dan keimanan kita.

Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

2 thoughts on “Pesta malam tahun baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s