Syukuri tahun yang akan berlalu, berdoa untuk tahun yang baru

Sahabat,

Sebentar lagi kita akan memasuki penghitungan tahun masehi yang baru. Seperti yang Rasulullah saw sampaikan, hari ini harus lebih baik dari kemarin. Maka tahun depan pun harus lebih baik daripada tahun ini, “lebih baik” dari sisi kualitas ibadah, takwa dan derajat di sisiNya, karena itulah tujuan kita diciptakan.

Sebelum kita menyusun strategi agar tahun depan lebih baik daripada tahun ini, marilah kita tengok semua yang telah kita lakukan tahun ini dan mensyukuri apapun hasil yang diberikanNya sebagai karunia dan nikmatNya bagi kita di tahun ini. Dan kemudian barulah kita susun strategi dan berdoa, mengharap ridlo dan petunjukNya agar semua usaha kita mendekatkan kita padaNya dan pada surgaNya.

Yuk kita tengok pesan Bang BRH mengenai kedua hal tersebut: mensyukuri semua karuniaNya dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik.

Semoga kualitas ibadah kita di tahun yang akan datang dapat membawa keridloanNya pada kita semua dan derajat yang lebih baik di sisiNya. Amin amin yra.

Mensyukuri segala hasil ikhtiar

Tawakkal ialah sebuah kemutlakan untuk selalu berserah diri kepadaNya:

¤ Ketika segala ikhtiar telah dilakukan secara maksimal.

¤ Ketika tengah menghadapi suatu kepentingan atau ketika dalam kesukaran.

Tawakkal merupakan sikap pasrah diri setelah usaha dan kerja keras dilakukan untuk menggapai suatu tujuan.

Allah berfirman:

“KepadaNyalah dikembalikan semua urusan, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepadaNya” [Hud 123].

Adapun wujud dari sebuah ketawakkalan adalah:
•| Senantiasa bersandar kepadaNya setelah berikhtiar secara maksimal sesuai dengan potensi diri, karena apapun hasilnya pasti adalah yang terbaik bagi kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” [Al-Baqarah 216].

•| Senantiasa berserah diri kepadaNya dalam segala urusan.

“Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” [Al-Maaidah 23].

•| Berdoa setelah berikhtiar seraya mengikuti semua perintahNya yang termaktub dalam Al-Quran.

“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu, dan hendaklah mereka beriman kepadaKu” [Al Baqarah 186].

•| Jadikan Al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk di kehidupan dunia ini.

“Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” [An-Naml 77].

•| Syukuri apapun hasil dari semua usaha kita meski tidak sesuai dengan harapan.

“Bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita bahagia” [BRH-2012].

Semoga kita semua selalu mensyukuri apapun hasil dari semua ikhtiar dan kerja keras kita, karena hanya kepadaNyalah dikembalikan segala urusan.
Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

Makna sebuah doa

Doa adalah sebuah permohonan kepada Allah untuk mendapatkan kemaslahatan dan kebaikan yang ada disisiNya.
Allah berfirman:

“Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” [Al-Mu’min 60].

Doa seharusnya konsisten melibatkan 4 unsur yakni hati, lisan, pikiran dan tindakan, agar tidak sampai terjadi kontradiktori, sebab kekuatan doa yang paling ideal adalah yang diikuti dengan tindakan atau Ikhtiar secara konkrit.

Berdoa dan berikhtiar adalah cara yang sangat ampuh dalam meraih sebuah harapan.

Manusia bertugas mengoptimalkan prosedur dan usaha, sedang hasilnya sesuai harapan atau tidak, biarkan itu menjadi kebijaksanaan dan ketetapanNya, sebagai wujud dari sebuah Ketawakkalan.
 

“Setiap kesulitan dapat diatasi dengan berbagai ikhtiar, usaha dan doa, namun hasilnya kita sandarkan kepadaNya” [BRH-2011].

Dikatakan bahwa Allah berjanji akan mengabulkan setiap doa hambaNya, tetapi mengapa orang sering merasa ada saja doa yang tidak terkabul? Kita tidaklah perlu berprasangka buruk kepadaNya.
 

“Jangan pertanyakan apakah Allah telah mendengar dan mngabulkan Doa kita, tetapi pertanyakan apakah kita telah melaksanakan dan menjalankan semua perintahNya.” [BRH-2011].

Allah berfirman:
 
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu” [Al-Baqarah 186].
 

Doa yang ideal adalah doa yang tidak mendikte, yang tidak menuruti kemauan diri, yang pasrah kepada Sang Maha Pengatur.

“Doa orang yang bertaqwa pasti akan dikabulkanNya, namun dalam bentuk dan cara yang sesuai dengan kehendakNya” [BRH-2012].

Allah berfirman:

“Siapakah yang dapat melindungi kamu dari takdir Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu, atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” [Al-Ahzab 17].

Semoga renungan ini bermanfaat bagi kerabat yang kebetulan membacanya. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s