Skip to content
Advertisements

Memaafkan untuk kebahagiaan dua dunia

image

Sahabat-sahabatku,

Banyak sekali orang yang suka menyimpan sakit hati, mengingat-ingat kesalahan orang terhadap dirinya, bahkan sampai dendam dan sakit karena dendamnya.
Kalau kita fikir lagi, sebenarnya untuk apa juga ya manusia seperti itu. Sudah kita rugi dijahati satu kali oleh seseorang, setelah itu kita sendiri yang membuat diri sendiri sakit dengan menyimpan dendam. Dan sebenarnya hidup di dunia ini cuma sebentar, kan. Hidup setelahnya yang lebih abadi dan kekal.

Memaafkan kesalahan orang lain akan membuat kita merdeka. Merdeka dari rasa sakit hati, dari dendam dan dapat menggapai pahala dan kebaikan yang Allah janjikan pada kita.

Di bawah ini saya sampaikan pesan Bang BRH mengenai hari akhir dan manfaatkan memaafkan bagi kita semua.

Semoga bermanfaat ya.

Hidup bahagia setelah wafat

Al-Quran yang terdiri dari 114 surah dimulai dari surah Al-Fatihah sampai dengan surah An-Naas, kesemuanya itu sebenarnya bermuara pada kehidupan selanjutnya. Sebab itu pahami dan amalkan semua firmanNya yang termaktub dalam Al-Quran untuk kebahagiaan kita kelak.

“Sesungguhnya dalam Al-Quran itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang yang beriman”. [Al-Ankabuut 51].

“Al-Quran ini adalah penerangan bagi seluruh manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa” [Ali-Imran 138].  

Namun tidak semua orang menyadari hal ini, banyak yang malah asyik dengan kesibukan dan gemerlapnya kehidupan dunia yang bersifat sementara.

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara, dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang kekal” [Al-Mu’min 39].

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” [Ali-Imran 185].

Semua perbuatan akan tercatat, dan kita sendiri yang akan mempertanggungjawabkan semuanya, sebab itu upayakan untuk menyempurnakan amal ibadah dan meningkatkan amal shaleh sebelum nafas kita berhenti.

“Mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya” [Al-Kahfi 49].

“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan Amal Shaleh untuk hidupku ini” [Al-Fajr 24].

Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang membaikkan amalnya” [Al-Kahfi 30].  

Semoga kita dapat istiqamah dalam beramal shaleh sebagai upaya mengumpulkan bekal bagi kehidupan kita selanjutnya. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

Berilah maaf demi sebuah kebajikan

Al-Quran menegaskan bahwa menahan amarah dan memaafkan adalah sikap yang baik serta ahlak yang terpuji, bahkan merupakan perkara yang diutamakan.

“Orang-orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan yang demikian itu termasuk hal yang diutamakan” [Asy-Syura 43].

“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” [An-Nuur 22].

Kita semua tentu pernah dirasuki rasa amarah yang timbul, namun segeralah ingat akan firmanNya yang termaktub dalam Al-Quran, dan ber-sabarlah atas segala sesuatu yang menimpa kita.

“Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan Allah” [Luqman 17].

“Hai orang-orang yang beriman, besabarlah kamu, dan kuatkan kesabaranmu“ [Ali-Imran 200].

Maukah kita menjadi orang yang dapat mengatur amarah ataukah amarah yang akan mengatur dan menguasai diri hingga kita tenggelam dan terbakar karenanya?

Allah berfirman: “Apabila mereka marah, mereka memberi maaf” [Asy-Syura 37].

“Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” [Ali-Imran 134].

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf” [Al-A’raaf 199].

Seseorang mempunyai hak untuk marah, namun demi sebuah amal kebajikan, maka hak untuk marah itu dilepasnya.

“Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah” [Asy-Syura 40].

Oleh sebab itu usahakanlah untuk selalu :
•| Mampu menahan amarah.
•| Tidak melampiaskannya.
•| Berikan maaf. 

“Maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” [Al-Maaidah 13].

Memaafkan mungkin tidak akan bisa merubah masa lalu, namun setidaknya dapat memperbaiki masa depan.

Semoga kita semua mampu untuk menahan amarah dan memberi maaf demi sebuah amal kebajikan. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].  

Advertisements

1 Comment »

  1. I see a lot of interesting posts on your website.
    You have to spend a lot of time writing, i know how to
    save you a lot of work, there is a tool that creates unique, SEO friendly articles in couple of seconds, just
    search in google – k2 unlimited content

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: