Belajar dari Kisah Nabi Isa as

Tulisan kedua dari dua tulisan.

Sahabat,

Yuk kita teruskan cerita St Maryam, yuk. Sekarang saya ceritakan kisah Nabi Isa as berdasarkan film yang saya tonton ya. Sekali lagi saya sampaikan bahwa kedua film yang saya tonton ini, Maryam Al Muqadassah dan film Nabi Isa as, the Messiah aslinya adalah film seri Iran yang berhasil kutemukan VCD nya di Giant Bintaro. Kisah Nabi Isa berjudul “The Messiah, Jesus The Spirit Of God”, ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh producer asal Iran, Nader Talebzadeh. Film ini didasarkan pada Al Quran dan Injil Barnabas.

Nah marilah kita lihat, banyak pelajaran apa lagi yang bisa kita petik di sini. Kita simak yuk. Saya akan ulang sedikit kisah sebelumnya ya.

Nabi Isa as, The Messiah

Kelahiran Nabi Isa as

Maryam, ibunda Nabi Isa as adalah gadis suci yang dibersihkan Allah dari dosa. Setelah Malaikat Jibril meniupkan ruh kudus ke dalam perutnya, Maryam menjauh dari kuil, masyarakat, bahkan dari keluarga Nabi Zakaria as karena ia sangat khawatir dihina pezina. Semua orang pun heran dan tak dapat menemukan Maryam. Para pendeta makin mencemooh, memfitnah Maryam dan Zakaria as sebagai pendosa.

Di saat yang sama Raja Herud kedatangan tamu-tamu dari Persia yang mengaku melihat meteor yang akan jatuh di Yerusalem. Meteor ini hanya muncul sekali dalam ribuan tahun dan kemunculannya menandakan sebuah peristiwa besar yang sangat berdampak pada umat manusia. Mereka menduga bahwa inilah tanda kelahiran Al Masih, raja Judea. Maka Raja Herud memerintahkan panglimanya membantu mereka mencari bayi Al Masih, dengan pesan untuk segera membunuhnya, karena rasa takut akan kehilangan kekuasaan.

Berkat kuasa Allah Nabi Isa lahir dengan selamat dan dibawa masuk ke kota Yerusalem oleh Maryam dengan penuh was was, karena ia sadar orang akan menuduhnya zina.

Maryam:27 – Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

Maryam:28 – Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

Maryam:29 – maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

Para pendeta Yahudi yang saat itu ramai mencemooh Maryam dan hendak membuka aibnya di depan umum makin mengejek Maryam dan mengatakannya gila. Mana mungkin bayi bicara. Tapi karena Maryam terus memberi kode untuk bertanya pada bayi maka merekapun bertanya pada bayi itu, siapa ia? Dan mereka tak menyangka bayi itu bisa menjawab.

Maryam:30 – Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

Maryam:31 – dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Maryam:32 – dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

Maryam:33 – Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Semua pendeta tersebut terjungkal dan hancurlah siasat mereka menghancurkan Maryam dan Zakaria AS. Semua yang sedang berkumpul bersimpuh memberikan penghormatan pertama pada Al Masih, Juru Selamat umat Yahudi.

Orang-orang mukmin (Al-Mu’minūn):50 – Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.

Nabi Isa menyebarkan pesan Allah

Dalam menyebarkan ajarannya Nabi Isa as memiliki beberapa murid setia. Salah satunya adalah Judas Iskariot yang dalam film ini digambarkan sebagai murid yang tak mendapat manfaat dari keimanan. Murid-murid utamanya inilah yang diandalkaannya sebagai pembela dan penyebar ajaran Allah swt yang dituangkan dalam Injil yang dibawanya.

Satu barisan (Aş-Şaf):14 – Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Seperti yang dikisahkan dalam cerita mengenai Maryam, penguasa Romawi di Yerusalem dan pendeta Yahudi merasa kedudukannya terancam dengan ajaran Nabi Isa as. Nabi Isa as memang diturunkan untuk mengajarkan agama tauhid, membawa umat Yahudi pada keimanan pada satu Tuhan, dan meluruskan ajaran Taurat seperti yang diajarkan Nabi Musa. Memang sepeninggal Musa as Taurat banyak dirubah dan diselewengkan sesuai kepentingan pihak-pihak tertentu. Nabi Isa as diberikan injil sebagai kitab ajaran agama tauhid yang dibawakannya seperti yang digambarkan dalam ayat ini:

Jamuan (Al-Mā’idah):46 – Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

Nabi Isa as mendapat karunia dengan beberapa mujizat dari Allah swt. Umat Yahudi pun memuliakannya berkat ajarannya dan berbagai keistimewaan yang ia miliki. Hal ini terdokumentasikan dalam Al Quran:

Jamuan (Al-Mā’idah):110 – (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.

Perhiasan (Az-Zukhruf):61 – Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

Nabi Isa as juga mengabarkan bahwa akan ada nabi penutup yang bernama Ahmad, seperti yang digambarkan dalam firman Allah dalam Al Quran:

Satu barisan (Aş-Şaf):6 – Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

Para pendeta Yahudi mendesak Nabi Isa as untuk menyebutkan dari garis siapa nabi penutup ini akan lahir. Saat Nabi Isa as menjawab bahwa nabi penutup akan dilahirkan dari garis Nabi Ismail, para pendeta Yahudi tak dapat menerima. Mereka merasa bahwa Nabi Ismail as adalah putra Nabi Ibrahim as yang hina karena lahir dari Siti Hajar, seorang mantan budak. Mereka menentang dengan keras penjelasan Nabi Isa as ini.

Jamuan (Al-Mā’idah):110 – …. dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.

Karena berbagai keistimewaan Nabi Isa as banyak yang menganggap Nabi Isa as sebagai tuhan saat itu. Nabi Isa as pun menjelaskan bahwa ia adalah nabi yang meluruskan ajaran tauhid, mengajak umatnya menyembah Allah swt, Maha Pencipta.

Perhiasan (Az-Zukhruf):59 – Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail.

Perhiasan (Az-Zukhruf):63 – Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku”.

Perhiasan (Az-Zukhruf):64 – Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.

Perhiasan (Az-Zukhruf):65 – Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).

Jamuan (Al-Mā’idah):116 – Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.

Jamuan (Al-Mā’idah):117 – Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

Diangkatnya Nabi Isa as

Para pendeta yang tak dapat menerima penjelasan Nabi Isa as bahwa nabi penutup akan lahir dari garis keturunan Nabi Ismail merasa bahwa Nabi Isa as adalah orang yang sangat berbahaya dan berpotensi meruntuhkan kejayaan Yahudi. Maka mereka pun mendekati penguasa Romawi di Yerusalem dan berkomplot untuk menyalib Nabi Isa as.

Allah menyelamatkan Nabi Isa as dan mengangkatnya. Allah juga menjadikan salah satu muridnya menyerupai Nabi Isa as. Ialah yang kemudian disalib. Kisah ini digambarkan dalam Al Quran sebagai berikut:

Wanita (An-Nisā’):157 – dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Wanita (An-Nisā’):158 – Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Wanita (An-Nisā’):159 – Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

Allah sangat marah pada Bani Israil saat itu seperti yang digambarkan di bawah ini:

Jamuan (Al-Mā’idah):78 – Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Jamuan (Al-Mā’idah):79 – Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat.

Hikmah

Ada beberapa pelajaran yang saya ambil dari kisah Nabi Isa as, yang saya harap juga bisa bermanfaat bagi sahabat-sahabat sekalian, antara lain:

1. Percayalah akan pertolongan Allah
Seperti nabi lainnya kehidupan Nabi Isa as penuh dengan tentangan umatnya sendiri, dan plot pembunuhan terhadap dirinya. Pertolongan Allah selalu turun di saat yang tepat, seperti kejadian diangkatnya Nabi Isa as sebelum ia dijemput untuk disalib.

2. Sabar dalam setiap keadaan
Seperti kisah nabi lainnya, Nabi Isa mendapat cemooh dan hinaan. Dan seperti nabi lainnya Nabi Isa as sangat sabar menghadapi berbagai cemoohan ini, hal yang sangat sulit dijalankan. Seperti ibunya, ia selalu mendoakan semua orang yang mencemoohnya. Cinta kasih para nabi adalah cerminan cinta kasih Allah, yang selalu menerangi tanpa kondisi.

Pelajaran yang saya ambil dari film Maryam al Maqaddassah juga terlihat dalam film ini, antara lain:

3. Asahlah kemuliaan akhlak.

Budi baik Nabi Isa, hatinya yang bersih dan dedikasinya menyebarkan kasih Allah bagi umatnya menjadikannya salah satu manusia yang paling mulia dalam sejarah umat manusia. Nabi Isa tak menggunakan seragam seperti para pendeta Yahudi yang digambarkan dalam film ini, apalagi seperti Raja Herod yang hidup dalam gelimang harta. Kemulian Nabi Isa as, seperti juga kemuliaan nabi-nabi Allah lainnya, melebihi kemuliaan para pendeta dan raja tersebut. Bukan harta yang membawa mulia, namun akhlak, budi pekerti dan dedikasi terhadap umat.

4. Jangan takabur
Para pendeta Yahudi dan penguasa Romawi dengan kesombongannya merasa bisa mengenyahkan Nabi Isa as dengan menyalibnya. Mereka tak memperhitungkan kekuasaan Allah swt yang jauh lebih berkuasa dan mampu melawan rencana busuk apapun. Kemuliaan Nabi Isa as terus hidup sampai sekarang dan kedengkian mereka berbuah kemurkaan Allah.

5. Jangan haus dunia
Haus kekuasaan, posisi, martabat dan kemuliaan telah membutakan para pendeta dan kemudian merencanakan untuk menyalib Nabi Isa as.

Tentu tak mudah untuk dapat menjalankan segala pelajaran tersebut. Tapi memang surga tak dapat digapai dengan mudah. Surga harus dimasuki dengan perjuangan berat dalam jalanNya, kesabaran, budi pekerti, amal sholeh, iman, taqwa, persis seperti yang dicontohkan nabi-nabi Allah yang keteladanannya kita pelajari dari Al Quran dan juga dua film ini.

Semoga dua kisah ini bermanfaat bagi kita semua dalam menjangkau ridlo Allah swt. Amin amin yra.

Apabila ada yang ingin berbagi hikmah dari film ini di sini, silakan ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s