Skip to content

Kelalaian yang membekukan hati

Sahabat,

Hari ini aku menonton sembilan episode kisah Maryam, Ibunda Nabi Isa as, atau banyak dipanggil Bunda Maria. Bunda suci ini hidup di tengah caci maki pendeta-pendeta Yahudi yang takut kedudukannya terganggu. Para pendeta ini mengaku menjadi penjaga ajaran Nabi Musa as, tapi sesungguhnya mereka membelokkan ajaran Nabi Musa as untuk kepentingan mereka, memfitnah Nabi Zakaria as bahkan memerintahkan Nabi Zakaria as dan Maryam dibunuh dengan tuduhan pendusta. Mereka bergelimangan kenikmatan tanpa mengindahkan kesengsaraan rakyat.

Berbagai mukjizat Allah perlihatkan tapi hati mereka membatu, tak mau membuka mata dan mengakuinya. Mereka bersikeras Nabi Zakari as dan Maryam adalah perusak masyarakat. Padahal yang dijatuhkan Maryam dan Nabi Zakaria as adalah kedzaliman dan kebohongan para pendeta tersebut. Kuasa

Bagaimana sekelompok orang yang tinggal di tempat yang seharusnya menjadi rumah Allah bisa melakukan kejahatan sedemikian rupa? Karena mereka lalai dari mengingat Allah dengan sepenuh hati mereka. Mulut dan badannya bisa saja sibuk beribadah, tapi hati mereka jauh dari Allah. Ambisi dan kehausan akan tahta dan harta membekukan hati mereka. Iblis membuat mereka melihat kedzaliman, kebohongan dan kejahatan mereka sebagai hal yang benar.

Kini, mereka tercatat dalam Al Quran senagai pendusta Nabi, hina di dunia, hina di akhirat. Semoga Allah lindungi kita dari kehinaan seperti ini.

Yuk kita simak pesan Bang BRH mengenai bahaya kelalaian hidup di dunia yang dapat membekukan hati, menutup mata dan menumpulkan otak.

Semoga hati kita terus suci dan jernih dalam menggapai ridloNya, menjalankan perintahNya, menerima petunjukNya dan menjauhi laranganNya dalam upaya kita menggapai kemuliaan di dunia dan akhirat.

Amin amin YRA.

Kelalaian akan kehidupan dunia

Pada saat ini banyak orang yang terlalaikan dari esensi kehidupan di-dunia, yang seolah-olah merupakan tujuan atas segala keinginan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Sebenarnya dunia ini bukanlah sebuah tujuan, melainkan:
• Sebuah perjalanan panjang dan berliku guna mengumpulkan bekal untuk menentukan status dan derajat dikehidupan selanjutnya.

• Sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan ujian dan cobaanNya untuk menguji iman kita, serta penuh dengan godaan dan hasutan Iblis untuk menyesatkan kita.

Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok [Akhirat]” [Al-Hasyr 18].

Kehidupan dunia merupakan sebuah sarana guna mengumpulkan bekal yang akan menentukan status dan derajat di kehidupan akhirat.

Allah berfirman:

“Masing-masing orang memperoleh derajat sesuai dengan apa yang dikerjakannya” [Al-An’aam 132].

Orang berakal akan mengisi kehidupan ini dengan menyiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya.

Allah berfirman:

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepadaKu, hai orang-orang yang berakal” [Al-Baqarah 197].

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?” [Hud 15-16].
 

Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini adalah satu-satunya peluang, sebab kita tidak akan mendapatkan peluang yang kedua kalinya.

Semoga kita semua terhindar dari kelalaian akan kehidupan dunia ini, dan dapat mengisinya dengan mempersiapkan bekal untuk kehidupan kita selanjutnya. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.
[BRH].

Membatunya hati dari mengingat Allah

Al-Quran menjelaskan bagaimana Hati seseorang akan semakin menjauh dari mengingatNya [berdzikir], yang dimulai dari penguasaan Setan terhadapnya.

•| Lupa mengingat Allah (berdzikir) karena hati dikuasai setan

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan Setan”. [Al-Mujaadilah 19].

•| Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri

“Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik” [Al-Hasyr 19].

•| Setan menjadikan mereka sebagai teman dekatnya

“Barang siapa yang berpaling dari Al-Quran, Kami adakan baginya Setan yang menyesatkan, maka Setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya” [Az-Zukhruf 36].

•| Setan membuat semua perbuatan munkar nampak baik dan benar

“Setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan Allah” [Al-Ankabuut 38].

Bila kita lalai berdzikir, maka hati semakin lama akan semakin menjauh dari mengingat Allah, yang lama kelamaan akan mengeras bagaikan sebuah batu.

“Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai” [An-Nahl 108].

Membatunya sebuah Hati membuat seseorang tidak akan memiliki rasa takut kepada Allah serta sulit untuk menerima petunjukNya hingga ia akan tersesat.

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata” [Az-Zumar 22].
 

Oleh sebab itu senantiasalah mengingatNya dalam kegiatan keseharian kita.

“Ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring” [An-Nisaa 103].

Semoga kita dapat menjaga hati agar selalu berdzikir untuk mengingatNya, supaya kita tidak menjadi tersesat. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.
[BRH]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: