Skip to content

Sungguh-sungguh bersyahadatkah kita?

doa

Tiada Tuhan selain Allah

Sahabat-sahabat,

Sebagaimana kita tahu bahwa salah satu bukti keIslaman seseorang adalah dengan mengucapkan syahadat.

Ucapan syahadat yaitu:

“Asyhadu an laa ilaaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah.”

Yang artinya :”aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang patut disembah) kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah.”

Lalu, apakah kita tahu apa makna syahadat yang kita ucapkan, bahkan sering kita ucapkan dalam setiap sholat? Apakah syahadat itu cuma sebagai pemanis bibir pertanda bahwa kita sudah menjadi seorang muslim ? Dan bagaimana pembuktian kesaksian kita itu dalam kehidupan sehari-hari?

Bila kita perhatikan kalimat: “laa ilaaha illa Allah” yang artinya “tak ada Tuhan selain Allah”, kita akan dapati bahwa semua Tuhan atau yang bisa dijadikan Tuhan harus disingkirkan terlebih dahulu sampai kita mendapati Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah.

Kita analogikan bila kita menggali tanah untuk mendapatkan emas, maka semua hal yang kita temukan, yang bukan emas, pasti akan kita singkirkan, apakah itu berupa tanah, batu, kayu, kerikil, tulang, tembaga, batu bara, dll. Pada semua itu kita akan katakan ‘tidak’ karena tujuan utama kita adalah mencari emas.

Dan dalam kehidupan, kita harus bissa singkirkan semua hal-hal yang bisa menjadikan kita menyembah dan  memuliakannya, seperti harta, kedudukan, jabatan, dll, karena hanya Allah saja yang kita sembah dan kita muliakan.

Jadi, ketika kita mencari rizkiNya, semua hal-hal yang haram atau yang meragukan harus kita singkirkan karena hanya rizki yang halal yang kita cari.

Juga ketika kita beribadah, semua hal-hal yang merusak ibadah seperti sombong, riya’, ingin dipuji, dll, harus kita singkirkan karena hanya keikhlasan yang ingin kita dapatkan.

Seandainya, semua muslim menjadikan makna syahadat dalam setiap tingkah laku dan perbuatan selama di dunia, maka insya Allah tidak akan kita temukan lagi kemaksiatan, kemungkaran dan kedzhaliman yang dilakukan oleh seorang muslim. Karena semua hal tersebut pasti sudah disingkirkan dari kehidupan seorang muslim.

Semoga, kita bisa memaknai syahadat kita untuk menjadi bagian dari kehidupan kita dan bukan hanya sekedar ucapan dibibir saja. Aamiin.

Muhammad adalah Rasul Allah

Setelah kita bersaksi bahwa tak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, maka lanjutan syahadat kita adalah persaksian kita bahwa Muhammad adalah Rasul utusan Allah.

Wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, mempunyai makna yang sangat dalam, diantaranya adalah persaksian kita bahwa semua ajaran Nabi Muhammad sesungguhnya adalah ajaran Allah. Karena Allah berkata bahwa dalam diri Rasulullah ada contoh yang baik.

Jadi, bila kita sudah bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, maka sudah sepatutnya kita (orang-orang muslim yang mengaku mencintai beliau) harus selalu berusaha sekemampuan kita untuk mengikuti segala tingkah laku beliau, seperti menyayangi sesama manusia, keras pada kemaksiatan, ibadah yang ikhlas kepada Allah dll,

bahwa setiap Nabi dan Rasul Allah pasti diberikan mukjizat.

Dan semua mukjizat Rasul Allah yg lain berlaku hanya untuk kaumnya dan hilang bersamaan dengan meninggalnya sang Rasul. Hal ini berbeda dengan mukjizat Rasulullah Muhammad. Mukjizat beliau adalah Al Qur’an yang berlaku untuk semua umat manusia dan terus akan ada walaupun Rasulullah telah meninggal dunia.

Jadi dengan dua hal yang telah diwariskan Rasulullah Muhammad kepada kita yaitu Al Qur’an dan sunnah (segala perilaku), sudah seharusnya kita sebagai muslim mengikuti ajaran tersebut.

Maka menjadi tidak benar apabila ada muslim yang mudah mencaci-maki, mudah mengkafirkan muslim lain, mudah berbuat maksiat, mudah menyalahkan orang lain, mudah melakukan perusakan di bumi, karena sudah seharusnya seorang muslim taat kepada ajaran Rasulullah, karena dengan taat pada ajaran Rasulullah berarti dia taat kepada Allah.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an :

“Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya dia telah mentaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu) maka Kami tidak mengutusmu menjadi pemelihara mereka” (An Nisaa’ : 80).

Dari ayat diatas jelas sekali bisa kita pahami bahwa taat kepada Rasulullah berarti taat kepada Allah. Dan Rasulullah tidak bertanggung jawab atas orang-orang yang berpaling dari ketaatan itu.

Dan orang-orang yang taat kepada Rasulullah berarti dia mencinta Rasulullah. Dan orang-orang yang mencintai Rasulullah adalah orang-orang yang bisa memberi kedamaian, keselarasan, keadilan dan kebaikan pada manusia lain dan alam sekitarnya.

Sahabat-sahabat,

Dengan penjelasan sederhana ini, insya Allah kita bisa mendalami makna dua kalimat syahadat kita. Dan saya mengajak diri saya sendiri serta sahabat semua untuk ‘membaca’ sedalam apa dua kalimat syahadat yang sering kita ucapkan bisa mempengaruhi kehidupan kita untuk menjadi lebih baik.

Mari kita ‘membaca’ diri kita ‘dengan menyebut nama Allah yang Maha Menciptakan’ semoga segala makna syahdat yang telah kita ketahui akan menjadikan kita sebagai seorang muslim yang bisa menjadi rahmat bagi seluruh alam. Aamiin.

Wallahu a’lam.

eLJe

Via Mas Faisal Tjatjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: