Sabar dan syukur selalu, jauhi kemunafikan

wpid-wp-1415227635670.jpeg

Sumber: laman facebook Finer Mind

Twends,

Dalam menjalani segala kondisi hidup di dunia, ada dua hal yang selalu harus kita pegang teguh, sebagai bagian dari iman, yaitu sabar dan syukur. Sesungguhnya sabar dan syukur inilah penolong kita dalam berbagai kondisi.

Sebaliknya ada satu hal yang harus selalu kita waspadai, yaitu sifat munafik, yang dapat menjauhkan kita dari iman.

Saya kirimkan kembali pesan-pesan Bang BRH mengenai dua hal ini ya. Semoga bermanfaat. Amin yra.

Syukur di atas kesabaran dan ketawakalan

Al-Quran mengajarkan kita untuk sabar, tawakkal serta selalu bersyukur dalam situasi dan kondisi apapun.

“Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Allah memberi apa yang kita perlukan. Kadang kita merasa sedih, kecewa, pedih dan terluka, namun Percayalah, jauh di atas segalanya Allah tengah merajut sesuatu yang terindah untuk kita. Semua akan terasa indah pada Waktunya”.[BRH-2009].

Allah berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” [Al-Baqarah 216].

“Bersabarlah kamu dalam melaksanakan Ketetapan Tuhanmu” [Al-Insaan 24].

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah Kesabaranmu“ [Ali-Imran 200].

Al-Quran mengajarkan kita untuk selalu sabar, tawakkal dan bersyukur, sebagai sebuah wujud kemuliaan bagi orang yang beriman dan bertaqwa.

Allah berfirman:

“KepadaNya lah dikembalikan semua ururan-urusan, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepadaNya” [Hud 123].

“Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah” [Luqman 17].

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” [Az-Zumar 10].

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu” [Ibrahim 7].

Sebab itu selalulah berdoa dikala diliputi berbagai kesulitan dan kesukaran dengan memenuhi segala perintahNya yang termaktub dalam Al-Quran.

Allah ber-Firman:

“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi segala perintahKu, dan hendaklah mereka beriman kepadaKu” [Al Baqarah 186].

Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang yang ber-Iman, yang selalu Sabar, Tawakkal & ber-Syukur dalam kondisi apapun. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

Ruginya orang munafik

Pada saat ini banyak orang yang nampak shaleh dan rajin mengajak pada ketaqwaan tapi mereka justru mengerjakan kemaksiatan [hal-hal yang terlarang dalam Al-Quran]. Al-Quran menyebutnya sebagai kaum munafik yang berpura-pura menunjukkan perilaku keislaman, namun hatinya jauh dari keimanan, apalagi ketaqwaan.

“Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka” [Al-Munaafiquun 4].

Allah berfirman:

“Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang ber-Iman” [Al-Baqarah 8].

Ciri orang Munafik adalah orang yang berbicara tentang iman, namun tidak menyakini serta tidak mengamalkan seluruh perkara dalam rukun iman.

“Bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok” [Al-Baqarah 14].

Orang munafik hidup dalam kepura-puraan, mengaku Islam namun hatinya kufur serta ucapannya bertolak belakang dengan perbuatannya.

Allah berfirman:

“Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta” [Al-Munaafiquun 1].

“Sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir lagi, lalu hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti” [Al-Munaafiquun 3].

Orang munafik menolak aturan Allah yang termaktub dalam Al-Quran, walau tampilan luarnya bagai orang shaleh yang rajin beribadah.

“Orang-orang munafik adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang didalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka” [An-Nisaa 63].

Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka” [An-Nisaa 145].

Semoga kita semua dijauhkan dari sifat munafik agar tidak termasuk orang yang merugi. Aamiin. [BRH].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s