Ulama adalah hamba yang takut pada Allah

Sahabat-sahabat,

Setelah malam kemarin kita membahas tentang orang kaya yang kikir, malam ini izinkan saya melanjutkan pembahasan.

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita ulangi apa yang dikatakan oleh  Ali bin Abi Thalib,  bahwa agama dan dunia akan hancur bila :
(1) orang-orang kaya bersikap kikir dengan semua kekayaan yang telah diberikan Allah kepadanya.
(2) para ulama sudah tidak mengamalkan semua ilmu yang diketahuinya.
(3) orang-orang bodoh tapi bersikap sombong atas perkara-perkara yang tidak diketahuinya.
(4) orang-orang fakir sudah menjual akhiratnya dengan kenikmatan dunia.

Malam ini kita lanjutkan dengan point no 2.

Para ulama adalah orang-orang yang diberikan kelebihan oleh Allah dalam memahami ilmu-ilmu agama. Dan tugas ulama adalah sebagai pewaris para Nabi Allah. Artinya selain menguasai ilmu-ilmu agama dan mengajarkannya, para ulama juga harus menjadi contoh bagaimana ilmu-ilmu agama itu di jalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan kesehariannya, para ulama harus mencontoh Nabi. Banyak contoh yang harus diambil seperti, kesabaran, kepedulian, melakukan pengajaran dengan niat suci hanya karena Allah, syiar dengan ‘hikmah wa mau’idzotil hasanah’, tidak menghujat, menjaga persatuan umat, dll

Dalam kehidupan sekarang ini, sangat disayangkan bila ada ulama-ulama yang meninggalkan niat karena Allah dan menggantinya dengan niat mencari harta dunia. Atau ulama yang memperbesar perbedaan-perbedaan dalam ibadah sunnah sehingga berpotensi membuat umat terpecah belah. Atau ulama yang melakukan syiar agama dengan cara-cara yang tidak ‘hikmah’ dan ‘hasanah’. Bahkan bisa pula terjadi ulama-ulama yang justru melakukan hal-hal yang haram, padahal sesuatu yang syubhat saja harusnya dihindari.

Bisa kita bayangkan, apa yang akan terjadi pada umat ini, bila ulama yang seharusnya menjadi contoh dan pewaris Nabi dalam menjaga kesucian agama Islam, berlaku seperti hal-hal diatas. Niscaya umat Islam, bahkan alam raya ini bisa hancur. Naudzubillahi min dzalik.

Mari kita lihat firman Allah:
“…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama…” (Fatir: 28).

Pertanyaan besar di kepala kita, apakah berhak disebut ulama, bila orang yang berilmu tapi dengan ilmunya justru membuat dia tidak takut kepada Allah bahkan melanggar perintah Allah?

Marilah kita berdoa semoga para ulama dapat menjadi pewaris Nabi dalam arti yang sebenarnya. Dan semoga dengan bertambahnya ilmu yang kita pelajari, bisa menjadikan kita sebagai ulama-ulama di lingkungan terkecil kita. Sehingga kita berperan besar pada pendidikan keluarga dan anak-anak kita. Aamiin…

Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s