Cukuplah kita bersandar hanya pada Allah

wpid-img_4189427900252.jpegTwends,

Pada hari Jumat yang mulia ini kita simak pesan Bang BRH mengenai iman dan tawakal yuk. Ada tiga artikel yang aku gabungkan menjadi satu di bawah ini. Semoga bermnafaat ya…

Seseorang yang beriman selalu punya cara tersendiri didalam menata hatinya, meski apa yang tengah dialaminya sangat berlawanan dengan apa yang diharapkannya.

“Dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal” [At-Taubah 51].

“Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah, padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami” [Ibrahim 12].

Keputusan untuk menetapkan sesuatu yang terbaik hanyalah hak Allah semata, oleh sebab itu hanya kepadaNyalah kita bertawakkal, dan hanya kepadaNyalah kita memohon pertolongan dan perlindungan.

“Bertawakkallah kepada Allah, dan cukuplah Allah menjadi pelindung” [An-Nisaa’ 81].

“Bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pemelihara” [Al-Ahazab 3].

“Bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung” [Al-Ahazab 48].

Bertawakkal ialah menyandarkan diri hanya kepadaNya dalam menghadapi atau menunggu hasil atas suatu ikhtiar, atau menanti akibat dari suatu keadaan.

“Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” [Al-Maaidah 23].

“Dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman itu bertawakkal” [Al-Mujaadilah 10].

Sebagai orang beriman, kita seharusnya mampu untuk menerima apapun bentuk ketetapan Allah atas segala Ikhtiar [usaha] kita, karena keyakinan bahwa dibalik semua itu selalu ada hikmahnya.

“Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia, dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal”. [Asy-Syuraa 36].

“Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka, dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” [Al-Anfaal 2].

Al-Quran menjelaskan bahwa Tawakkal ialah kemutlakan untuk selalu bersandar kepadaNya, baik dikala tengah menghadapi suatu kepentingan, didalam waktu kesukaran, atau keteguhan hati dikala sedang tertimpa bencana.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusanNya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Sebab itu bertawakkallah kepada Allah” [An-Naml 77-79].

Bertawakkal adalah tumpuan terakhir setelah berbagai ikhtiar selesai dilakukan dalam upaya menggapai sebuah hasil.

“Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri” [Ibrahim 12].

Pada dasarnya arti tawakkal ialah berserah diri kepada Allah atas segala upaya dalam memperjuangkan suatu tujuan, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang diberikanNya, karena apapun yang berlaku pastilah yang terbaik.

“KepadaNyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri” [Az-Zumar 38].

Tawakkal tidaklah berarti meninggalkan setiap usaha, sebaliknya kita justru diwajibkan untuk bersungguh-sungguh dalam ber-ikhtiar guna memperoleh sebuah hasil.

“Kepunyaan Allahlah apa yang gaib dilangit dan dibumi, dan kepadaNyalah dikembalikan semua urusan-urusan, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepadaNya.

“Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan” [Hud 123].

Kita diperintahkan agar bertawakkal, karena orang yang tidak bertawakkal seolah tidak memiliki iman, dan demikian juga sebaliknya.

“Dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman itu bertawakkal” [Al-Mujaadilah 10].

“Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” [Al-Maaidah 23].

Allah selalu punya rencana yang indah terhadap segala bentuk ikhtiar kita. Sesekali langsung membahagiakan hati, namun tidak jarang bertentangan dengan harapan.

“Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia, dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal” [Asy-Syura 36].

Jika hasil atas sebuah ikhtiar tidak sesuai dengan pengharapan, maka usahakanlah untuk menerimanya dengan ikhlas, sebab pasti ada hikmah dibalik itu semua.

“Sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, yaitu orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal” [An-Nahl 41-42].

“Keputusan menetapkan sesuatu hanyalah hak Allah, maka kepadaNya-lah aku bertawakkal” [Yusuf 67].

Kita hanya perlu bersyukur dan merenungi semua kejadian tanpa perlu mempertanyakannya, karena yakin bahwa semua yang terjadi pasti yang terbaik. Itulah ciri orang yang beriman dan bertawakkal.

“Jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkal lah kepadaNya” [Yunus 84].

“Hendaklah orang-orang Mukmin itu bertawakkal kepada Allah saja” [At-Taghaabun 13].

Tawakkal adalah berserah diri kepadaNya ketika menghadapi berbagai permasalahan, kesukaran atau ketika ditimpa bencana, dan selalu menyerahkan segala urusan kepada-Nya.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu, dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang beriman itu bertawakkal” [Ali-Imran 160].

“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya” [Ath-Thalaq 3].

Semoga kita semua senantiasa menjadi orang yang beriman dan bertawakkal kepadaNya sebagai bagian dari sebuah amal shaleh. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH]

2 thoughts on “Cukuplah kita bersandar hanya pada Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s