Bertobatlah dengan semurni-murni tobat

Sahabat-sahabat,
Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan, karena manusia adalah mahluk lemah yang tak luput dari kesalahan. Hanya Rasulullah Muhammad sajalah manusia yang maksum, manusia yang lepas dari segala kesalaha, karena semua pola hidup beliau baik perkataan dan perbuatannya selalu didahului oleh petunjuk dari Allah.

Para ulama sepakat bahwa untuk setiap kesalahan dan dosa yang dibuat wajib hukumnya bagi manusia bertobat. Perbuatan dosa dan kesalahan bisa dilakukan terhadap Allah dan terhadap manusia lain.

Jika dosa dan kesalahan yang dibuat terkait dengan Allah, maka ada tiga syarat tobat, yaitu:
(1) berhenti melakukan perbuatan dosa
(2) menyesali perbuatan dosa
(3) bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut untuk selama-lamanya.

Apabila tiga syarat tersebut tidak dipenuhi, maka tobat yang dilakukan menjadi tidak sah.

Dan bila kesalahan atau dosa diperbuat terhadap sesama manusia, maka selain tiga syarat diatas, ditambah lagi syarat keempat
(4) harus menyelesaikan permasalahan dengan orang tersebut.

Bila dosa yang dilakukan menyangkut harta, maka harus segera dikembalikan, jika menyangkut mencaci, mencela atau menggunjing, maka harus meminta maaf kepada orang tsb, dll.

Bila kita perhatikan, maka dosa atau kesalahan kepada sesama manusia, akan memberatkan syarat-syarat tobat. Sedangkan kita tidak pernah menghitung berapa banyak kesalahan dan dosa kita kepada manusia lain yang disebabkan karena menggunjing, menghina, mencela dll. Padahal diwajibkan untuk meminta maaf kepada orang-orang yang kita gunjingkan, kita cela, dan kita hina.

Mari perhatikan firman Allah:
“Hai orang-orang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya” (At Tahrim : 8).
Dari ayat diatas, bisa disimpulkan bahwa tobat adalah suatu kewajiban kepada orang-orang beriman. Dan tobat yang dilakukan harus kepada Allah serta murni semurni-murninya dengan cara memenuhi syarat-syarat yang sudah di jelaskan diatas.

Semoga, kita dijauhkan dari sifat iri dan dengki yang bisa mengakibatkan kita menggunjing, menghina atau mencela orang lain. Dan semoga Allah melembutkan hati kita untuk senantiasa bertobat atas segala dosa dan kesalahan yg kita buat. Aamiin.

Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s